Garut,Mata-Peristiwa.id – Di tengah arus globalisasi yang kian deras, seorang bocah dari Cibatu, Garut, justru memilih menjaga denyut budaya leluhurnya. Ia adalah Keyzha Bellvania Raffanda, penari cilik berusia tujuh tahun yang membuat jaipong kembali bergaung lewat tubuh mungilnya.
Sejak usia lima tahun, Keyzha telah jatuh hati pada seni jaipong tarian Sunda yang sarat energi dan kelembutan. Setiap gerakan tangannya ibarat goresan kuas, setiap lenggok tubuhnya bagai bait puisi yang hidup di atas panggung. Di hadapan penonton, ia bukan sekadar anak kecil yang menari, melainkan simbol kecil dari keteguhan tradisi. Sabtu 29/08/2025.
Perjalanannya dibentuk di Paguron Rajawali, sanggar seni di Desa Keresek, Kecamatan Cibatu. Di bawah bimbingan Kang Sami dan Kang Azmi, seniman yang telah mengharumkan Garut hingga ke Jepang melalui seni pencak silat, Keyzha belajar disiplin, keindahan, sekaligus makna budaya sebagai identitas.
Kiprah Keyzha makin bersinar setelah tampil dalam Serbuan Teritorial TNI AD di Lapang Masjid Besar Cibatu. Sebelumnya, ia juga menjadi sorotan dalam Minangkala Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut, bahkan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Hj. Rudi Gunawan.
Kini, Keyzha duduk di bangku kelas 1 SDN 2 Pamekarsari, Kecamatan Banyuresmi. Di sekolah itu, ia belajar ilmu umum, nilai agama, sekaligus pelajaran tentang cinta budaya. Kepala sekolahnya, Wanti Rohmawati, S.Pd., menyebutnya sebagai teladan kecil:
“Keyzha membuktikan bahwa ilmu dan budaya bisa tumbuh beriringan. Ia anak berbakat, dan kami berharap generasi lain bisa mengikuti jejaknya.”
Sementara itu, Kang Azmi menegaskan perlunya perhatian lebih dari pemerintah terhadap dunia seni:
“Kalau hanya seniman yang berjuang sendiri, budaya kita bisa terkubur oleh zaman. Anak-anak seperti Keyzha adalah bukti seni tradisi masih hidup, tapi mereka butuh ruang, dukungan, dan kebijakan yang nyata.”
Keyzha adalah potret kecil dari harapan besar: bahwa budaya tidak akan punah selama ada yang merawatnya. Dari panggung kecil di Cibatu, ia membawa pesan bahwa di balik tubuh mungil seorang anak, tersimpan kekuatan besar untuk menjaga warisan bangsa.
Pewarta : irwi