Kejari Garut Ungkap Capaian Penanganan Korupsi Selama 2025

GARUT, Mata-Peristiwa.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 pada 9 Desember dengan menegaskan komitmen lembaga dalam menjaga integritas serta memperkuat upaya pemberantasan korupsi di Kabupaten Garut. Peringatan ini juga menjadi momentum penguatan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Garut, Jaya P. Sitompul, menuturkan bahwa pemberantasan korupsi memerlukan peran serta seluruh elemen bangsa.

“Melawan korupsi harus dimulai dari diri kita sendiri. Integritas adalah fondasi utama, dan gerakan antikorupsi tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/12/2025).

Bacaan Lainnya

Jaya menambahkan, Kejari Garut terus memperkuat profesionalisme aparat penegak hukum melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara.

“Kami memastikan setiap perkara berjalan objektif, transparan, dan berpegang pada aturan hukum yang berlaku. Kejaksaan harus menjadi institusi yang bersih dan dapat dipercaya,” tegasnya.

Capaian Penanganan Kasus Korupsi Kejari Garut Sepanjang 2025

Dalam laporan kinerjanya, Kejari Garut mengungkapkan sejumlah hasil signifikan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi sepanjang tahun 2025:

Penanganan Perkara

Penyelidikan: 5 perkara

Penyidikan: 2 perkara

Penuntutan: 2 perkara

Eksekusi: 8 perkara

Jaya menilai pencapaian tersebut mencerminkan komitmen serius seluruh jajaran dalam menindak tegas pelaku korupsi.

“Kami tidak hanya memproses hukum para pelaku, tetapi juga memastikan kerugian keuangan negara dapat dipulihkan,” terangnya.

Pemulihan Kerugian Negara 2025

Selain penindakan, Kejari Garut juga mencatat capaian penting dalam pemulihan aset negara:

Pengembalian kerugian negara: Rp 1.331.617.590

Pembayaran denda: Rp 148.300.000

“Setiap rupiah yang kembali ke kas negara adalah bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga keuangan negara. Ini komitmen yang akan terus kami tingkatkan,” ungkap Jaya.

Transparansi dan Partisipasi Publik

Dalam siaran persnya, Kejari Garut menekankan pentingnya transparansi sebagai bagian dari pencegahan korupsi.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa kejaksaan bekerja secara terbuka. Akuntabilitas adalah bagian penting dari pencegahan korupsi,” jelasnya.

Kejari Garut pun mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan dugaan tindak pidana korupsi melalui kanal resmi pengaduan.

“Pencegahan korupsi akan semakin efektif jika masyarakat berani melapor. Kami siap menindaklanjuti setiap laporan secara profesional,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *