Awalnya Jual Gorengan, Niki Kini Raup Untung dari Usaha Katering Berkat Dukungan Layanan Indosat

GARUT, Mata-Peristiwa.id – Perjalanan bisnis Niki Ambarwati, pemilik Dapur Asakan Bu Ageung, menjadi contoh bagaimana usaha rumahan bisa berkembang pesat ketika ketekunan bertemu kesempatan. Bermula dari berjualan gorengan seribuan pada 2015, kini Niki berhasil mengembangkan usaha katering yang menjadi sumber penghasilan utama keluarganya.

Langkah awal menuju dunia katering terjadi secara tidak terduga. Seorang pelanggan gorengan meminta Niki menyiapkan hidangan untuk pesta pernikahan. Meskipun ragu, ia memberanikan diri untuk mencoba. “Saya dulu jualan gorengan kecil seribuan, namanya Gorengan Alit Bu Ageung. Suatu hari ada pelanggan yang minta saya masak untuk acara nikahannya. Dari situlah akhirnya saya lanjut terjun ke dunia katering,” ungkap Niki, belum lama ini.

Setelah pesanan perdana tersebut, permintaan untuk menu matang meningkat. Niki sempat membuka warung makan, namun tiga tahun terakhir ia fokus pada layanan katering dan made by order karena menyesuaikan kondisi kehamilan anak keduanya. Kini ia melayani pesanan rice box, snack box, prasmanan, tumpeng, serta menu spesial sesuai kebutuhan acara.

Bacaan Lainnya

Ketika ditanya apakah usahanya merupakan warisan keluarga, Niki menjelaskan bahwa ia membangunnya sendiri. “Saya bangun dari nol. Modal awal cuma sebelas ribu rupiah. Awalnya cuma iseng, tapi malah jadi profesi sampai sekarang,” ujarnya.

Menu yang ditawarkan cukup beragam dan dapat dikustomisasi. Untuk prasmanan terdapat Sate Lilit ala Bu Ageung, Beef Slice Teriyaki, Ayam Asam Manis, hingga aneka olahan khas rumahan. Sementara untuk rice box, menu favorit pelanggan meliputi Ayam Bakar Manis Pedas, Beef Semur, serta aneka tumisan. “Kalau konsumen bingung, biasanya saya kasih rekomendasi,” tambahnya.

Harga yang ditawarkan juga terjangkau: snack box mulai Rp7.000, rice box mulai Rp15.000 (sudah termasuk dessert), paket prasmanan mulai Rp30.000 lengkap dengan dua stand dessert, dan tumpeng mulai Rp200.000. Niki juga menerima jasa masak dengan bahan dari pelanggan. “Soal harga bisa dibicarakan,” ujarnya.

Dalam menjalankan usahanya, jaringan internet menjadi kebutuhan penting, terutama untuk komunikasi dan pemasaran ke berbagai wilayah Garut yang sinyalnya tidak selalu stabil. Ketertarikannya menggunakan layanan Indosat bermula dari acara yang memesan konsumsi darinya. Saat itu, Niki bercerita tentang kesulitannya mendapatkan WiFi portabel. Seorang karyawan Indosat kemudian memperkenalkan produk yang sesuai dengan kebutuhannya.

Sejak memakai layanan tersebut, kegiatan usaha terasa lebih mudah. “Sebelum pakai Indosat, saya sering stres karena jaringan lemot. Masak pun jadi nggak fokus,” ujarnya sambil tertawa. Pemasaran lewat media sosial pun meningkat, berimbas pada peningkatan omzet. “Selama lima bulan terakhir pakai hifi, penjualan naik sekitar 50 persen,” ungkapnya.

Sebagai pelaku UMKM mikro, Niki merasa sangat terbantu. “Indosat perhatian banget ke usaha kecil seperti saya. Rasanya sangat membantu sekali,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *