Iman Ali Rahman Buka-bukaan soal Proyek Pengendalian Banjir Jalan Wanajaya : Spek Tak Sesuai Spesifikasi Teknik,Banjir Masih Mengancam

Garut,mata-peristiwa.id – Anggota DPRD Kabupaten Garut, Iman Ali Rahman, menanggapi keluhan Kepala Desa Wanajaya terkait pengerjaan rekonstruksi pengendalian banjir jalan di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja anggaran APBD perubahan tahun 2025 dinilai belum tuntas di kerjakan oleh pihak CV, kenapa tidak karena pengerjaan di anggap tidak sesuai spesifikasi, teknik, perencanaan usai melaksanakan kegiatan reses, Selasa (20/1/2026).

Iman Ali Rahman menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang dapat ditindaklanjuti dari hasil reses tersebut dan akan dibahas secara formal dalam perencanaan program ke depan.

“Tadi sudah ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Secara umum, program yang diusulkan tentu akan dibahas dalam forum program yang lain. Kita ingin menempuh jalur formal, karena kebetulan rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari pengusulan rencana program tahun anggaran berikutnya, sehingga bisa diintegrasikan,” ujar Iman.

Bacaan Lainnya

Ia menegaskan, salah satu persoalan khusus yang disampaikan masyarakat dan pemerintah desa adalah terkait penanganan banjir di Desa Wanajaya.

“Yang secara khusus tadi disampaikan, pertama berkaitan dengan pengendalian banjir. Di Desa Wanajaya, proyek yang dibangun pada tahun 2025 nampaknya belum tuntas. Lebar saluran yang dibangun di kawasan pusat banjir ini masih sama, sementara di bagian atas seharusnya mencapai lima meter,” jelasnya.

Menurut Iman, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru karena debit air dari bagian hulu yang lebih lebar akan menyempit saat masuk ke wilayah bawah.

“Air dari atas yang lebarnya lebih dari lima meter, ketika turun ke bawah menjadi menyempit, tentu akan berdampak dan berpotensi menimbulkan genangan atau luapan. Ini yang perlu menjadi perhatian bersama,” tambahnya.

Ia menyebutkan, salah satu solusi yang dinilai paling efektif adalah dengan melakukan penataan alur air atau sodetan, agar aliran air dapat terdistribusi dengan baik dan risiko banjir dapat diminimalisir.

“Menurut saya, solusi terbaiknya adalah dengan sodetan. Ini tentu harus direncanakan dengan matang dan diintegrasikan dalam program pembangunan selanjutnya,” pungkasnya.

Pewarta : irwi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *