BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah strategis untuk menjamin kesejahteraan ratusan pekerja di Bandung Zoological Garden (Bandung Zoo) selama masa transisi pengelolaan. Sebanyak 121 pegawai resmi dikontrak sebagai tenaga ahli agar operasional kebun binatang tetap berjalan optimal.
Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung, Bariati Ratna Aju, menyampaikan bahwa para pekerja tersebut telah terikat kontrak dengan pemerintah terhitung sejak 25 Maret 2026. Langkah ini diambil sebagai solusi sementara hingga pemenang lelang pengelola baru ditetapkan.
”Untuk permasalahan ketenagakerjaan di Bandung Zoo, solusi dari pemerintah adalah kami meng-hire mereka sebagai tenaga ahli terhitung mulai 25 Maret,” ujar Bariati dalam keterangannya, Rabu (1/4/2026).
Gaji Sesuai UMK
Para pekerja yang terdiri dari perawat satwa (keeper) hingga dokter hewan ini akan menerima upah sesuai Upah Minimum Kota (UMK) Bandung, yakni sekitar Rp 4,7 juta per bulan.
Pemkot Bandung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 568,7 juta per bulan untuk memenuhi hak para pekerja selama dua bulan masa transisi, yakni hingga 24 Mei 2026. Bariati menekankan bahwa pemilihan status “tenaga ahli” didasari oleh kompetensi khusus yang mereka miliki.
”Ini berbeda dengan kontrak kerja seperti PKWT. Ini kontrak tenaga ahli karena keahlian mereka jarang dimiliki orang lain,” katanya.
Meskipun saat ini dibiayai oleh APBD, Bariati menegaskan bahwa status kepegawaian mereka pada Yayasan Margasatwa selaku pengelola lama tidak hilang.
“Mereka tetap menjadi pegawai dari pemberi kerja sebelumnya, hanya saja saat ini dipekerjakan sebagai tenaga ahli oleh pemerintah,” jelasnya.
Penyelesaian Tunggakan
Terkait persoalan gaji yang sempat menunggak pada periode Februari hingga pertengahan Maret 2026, Bariati mengungkapkan bahwa masalah tersebut telah mendapatkan solusi melalui bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selain itu, menyambut momen hari raya, para pekerja juga telah mendapatkan dukungan finansial tambahan. “Pemerintah Kota Bandung juga sudah memberikan santunan sebelum Lebaran melalui kolaborasi dengan Baznas,” tambahnya.
Saat ini, Pemkot Bandung tengah memacu proses lelang untuk mendapatkan mitra pengelola baru bagi kebun binatang kebanggaan warga Bandung tersebut. Proses ini diharapkan rampung sesuai jadwal agar estafet pengelolaan berjalan mulus.
”Kami tidak berharap ada keterlambatan. Secara timeline sebelum 5 Mei sudah ada pengelola baru,” tutup Bariati. {Red}12843


