Proyek Jalan 378 Juta di Wanajaya Disorot Kades, Dinilai Tak Sesuai Gambar dan Spesifikasi

GARUT,Mata-Peristiwa.id– Proyek rekonstruksi jalan di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, yang bersumber dari APBD Perubahan Kabupaten Garut Tahun 2025 menuai sorotan. Kepala Desa Wanajaya, Iip Firman Nurdin, menilai hasil pekerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan gambar perencanaan dan spesifikasi teknis.

Proyek dengan nilai anggaran Rp378.036.000 itu dikerjakan oleh CV Jembar Kharismatik dan dilaksanakan sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.

Iip mengungkapkan, persoalan utama yang disorot adalah minimnya koordinasi antara pihak pelaksana proyek dengan pemerintah desa sejak awal pekerjaan dimulai.

Bacaan Lainnya

“Kami tidak pernah diajak koordinasi. Tiba-tiba pekerjaan sudah berjalan di lapangan, ini sangat disayangkan,” kata Iip. Selasa (20/1/2026).

Selain koordinasi dengan desa, menurutnya, pelaksana proyek juga dinilai kurang maksimal berkoordinasi dengan pengawas dari Dinas PUPR Kabupaten Garut serta konsultan pendamping.

Akibatnya, lanjut Iip, sejumlah hasil pekerjaan di lapangan tidak sesuai dengan gambar teknis yang sebelumnya disampaikan. Salah satunya terkait pembangunan bak kontrol yang seharusnya menggunakan besi atau grill, namun justru ditutup dengan beton.

Tak hanya itu, pengerjaan gorong-gorong juga dinilai tidak presisi dan tidak mengikuti standar teknis yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

“Kalau melihat hasilnya, ini menunjukkan kurangnya profesionalitas pekerja. Banyak bagian yang tidak sesuai dengan gambar awal,” ujarnya.

Iip menegaskan, meskipun proyek tersebut telah memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan, pihak desa belum bisa menerima hasil pekerjaan sebelum dilakukan perbaikan.
“Bagi kami ini belum selesai. Selama belum diperbaiki sesuai spesifikasi, maka kami anggap belum beres,” tegasnya.

Ia berharap pihak kontraktor dan dinas terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar hasil rekonstruksi jalan tersebut benar-benar sesuai dengan perencanaan dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *