CIMAHI – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat harus dimaknai sebagai peluang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing daerah.
Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyantoko, setelah menghadiri Mudzakarah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Barat dengan tema “Transformasi SDM di Era AI: Pendidikan, Talenta, dan Kepemimpinan Masa Depan”, Senin (12/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., memaparkan pentingnya transformasi pendidikan, penguatan talenta, dan kepemimpinan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Wahyu menilai, apa yang disampaikan Mendiktisaintek tersebut sangat relevan dengan kondisi daerah saat ini, di mana daerah dituntut untuk tidak hanya melek teknologi tetapi juga mampu menyiapkan generasi yang unggul dan berkarakter.
“AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan manusia agar mampu berinovasi, berpikir kritis, dan menciptakan solusi bagi masyarakat,” kata Wahyu.
Menurutnya, jika SDM tidak disiapkan dengan baik, maka masyarakat hanya akan menjadi penonton dan pengguna teknologi dari luar, tanpa mampu menciptakan nilai tambah dan inovasi yang bisa mendorong kemajuan daerah.
Ia menambahkan, pendidikan memiliki peran sentral dalam menyiapkan generasi masa depan. Literasi digital, penguasaan ilmu pengetahuan, kreativitas, daya nalar kritis, hingga etika dalam menggunakan teknologi harus menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan.
Selain aspek pendidikan, Wahyu juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang visioner. Pemerintah dan stakeholder harus memiliki kemampuan membaca arah perubahan teknologi agar kebijakan yang dibuat tepat sasaran dan membawa manfaat luas bagi warga.
Sebagai pimpinan DPRD Kota Cimahi, ia menegaskan kemajuan Kota Cimahi tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan, melainkan oleh kualitas manusia yang menjalankan dan menggerakkan pembangunan.
Oleh sebab itu, ia mendorong adanya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pengembangan talenta digital dan peningkatan kompetensi generasi muda.
Wahyu berharap perkembangan AI ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas generasi muda Cimahi agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
“Pada akhirnya keberhasilan transformasi teknologi bukan hanya diukur dari kecanggihan sistem, melainkan dari sejauh mana teknologi itu mampu meningkatkan kualitas hidup dan memberdayakan masyarakat secara nyata,” pungkasnya.
#DPRD Cimahi, Wahyu Widyantoko, AI, ICMI Jabar, SDM, Pendidikan




