BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) membongkar gudang produksi obat keras ilegal jenis Tramadol dan Hexymer berkapasitas raksasa di kawasan Pergudangan Bizpark, Jalan Kopo, Kota Bandung. Pabrik rahasia tersebut diketahui mampu mencetak hingga 8 juta butir obat per hari dengan estimasi total bahan baku mencapai 256 juta butir serta jangkauan distribusi lintas provinsi.
Pengungkapan kasus kelas kakap ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Hengki. Lantas, bagaimana kronologi awal pengungkapan pabrik obat keras ilegal berskala nasional ini?
Berawal dari Pencegatan Kurir 600 Ribu Hexymer di KM 125 Tol Purbaleunyi
Rangkaian pengungkapan kasus bermula pada Jumat (16/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIB. Tim jajaran Polda Jabar yang telah mengantongi informasi intelijen bergerak cepat melakukan penyergapan terhadap seorang kurir di Rest Area KM 125 Tol Purbaleunyi, Bandung, Jawa Barat.
Dari tangan tersangka pertama, petugas menyita barang bukti sebanyak 600 ribu butir Hexymer siap edar yang diangkut menggunakan kendaraan dan hendak dikirim menuju DKI Jakarta.
“Awal mulanya kami mengamankan satu orang tersangka pada hari Jumat di Kilometer 125 Purbaleunyi dengan barang bukti 600 ribu butir Hexymer siap edar. Barang bukti tersebut hendak dibawa menuju Jakarta,” ujar Irjen Pol. Hengki.
Lima Tersangka Ditangkap, Peran Terstruktur dari Peracik Hingga Koordinator
Dari hasil interogasi mendalam terhadap kurir tersebut, penyidik berhasil melacak lokasi gudang utama pasokan obat ilegal. Petugas langsung bergerak melakukan penggerebekan mendadak ke tiga lokasi berdekatan di Kompleks Pergudangan Bizpark, Kopo, Kota Bandung.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan empat orang tersangka tambahan, sehingga total pelaku yang berhasil ditangkap berjumlah lima orang. Para tersangka memiliki peran terstruktur dalam jaringan terorganisir, mulai dari pembeli bahan baku, peracik kimia, pengantar, hingga koordinator pengiriman logistik.
“Kami masih terus mendalami keterlibatan masing-masing tersangka dalam jaringan produksi dan distribusi obat keras ilegal tersebut,” jelas Hengki.
Kapasitas Mesin Tembus 8 Juta Butir Per Hari, Potensi Produksi 256 Juta Butir
Di lokasi pabrik rahasia, polisi menyita bahan baku kimia mentah berton-ton yang dikemas dalam puluhan drum cokelat, mesin cetak obat otomatis berkecepatan tinggi, mesin pemanas/pengering, puluhan unit ponsel, laptop berisi rekapan transaksi penjualan, hingga buku rekening bank.
Berdasarkan kalkulasi kapasitas peralatan dan ketersediaan bahan baku di lokasi, pabrik rahasia ini diperkirakan mampu mencetak hingga 256 juta butir Hexymer dan Tramadol.
“Kalau melihat alat-alat cetak otomatis yang ada di lokasi, pabrik ini bisa mencetak sampai 8 juta butir per hari. Distribusinya tidak hanya di wilayah Jawa Barat saja, tetapi juga mengincar pasar luar daerah seperti Jakarta,” tegas Hengki. (Red)




