TANGERANG, Mata Peristiwa.id – Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah sudut jalan protokol dan ruang publik di kawasan Tangerang pada Minggu (17/05/2026).
Fenomena menjamurnya para kreator konten dan pemain TikTok yang melakukan siaran langsung (live streaming) di pinggir jalan kini menjadi pemandangan harian yang mencolok, terutama saat libur akhir pekan.
Dari pantauan langsung tim Mata Peristiwa di lapangan, kawasan sekitar Alun-Alun Tangerang, area kuliner Pasar Lama, hingga jalur pedestrian di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) menjadi titik favorit berkumpulnya para streamer ini.
Berbekal Ring Light dan Smartphone, Berburu ‘Gift’ di Trotoar
Fenomena ini melibatkan mayoritas generasi muda yang mengincar interaksi langsung dan saweran digital berupa gift dari para penonton online. Berbekal tripod, ring light portabel, mikrofon nirkabel, dan smartphone, mereka melakukan berbagai aksi mulai dari berjoget, menyanyi, berinteraksi dengan pejalan kaki, hingga melakukan tantangan (challenge) ekstrem.
“Kalau hari Minggu penonton di TikTok memang lebih ramai dan royal memberikan gift. Selain itu, suasana jalanan Tangerang yang estetik dan ramai lalu lalang orang juga menjadi latar belakang yang menarik untuk menarik penonton masuk ke live kami,” ujar salah satu pelaku live streaming yang ditemui di kawasan BSD, Minggu sore.

Tanggapan Warga dan Pengguna Jalan
Kehadiran para kreator konten di ruang publik ini memicu reaksi beragam dari masyarakat sekitar:
- Pro (Mendukung): Sebagian warga menganggap hal ini sebagai kreativitas positif dan hiburan jalanan yang gratis selama tidak mengganggu ketertiban umum.
- Kontra (Mengeluhkan): Beberapa pejalan kaki mengeluhkan tersitanya ruang trotoar yang seharusnya digunakan untuk berjalan. Pengguna jalan juga menyoroti potensi bahaya keselamatan jika para streamer beraktivitas terlalu dekat dengan bahu jalan raya yang padat kendaraan.
Perlunya Regulasi Ruang Publik
Fenomena live streaming jalanan ini menjadi catatan penting bagi pihak Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Tangerang. Hingga Minggu petang, petugas di lapangan terpantau terus memberikan imbauan secara humanis agar para pembuat konten tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri dan tidak mengganggu hak-hak pejalan kaki lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera menyediakan wadah atau zona khusus kreatif agar para pegiat digital ini bisa berkarya dengan aman tanpa harus mengorbankan kenyamanan fasilitas umum. (TRIS)












