GARUT, MATA-PERISTIWA.ID – Menanggapi pemberitaan terkait proyek revitalisasi SDN 4 Sukamenak senilai Rp 551.660.574, Kepala Sekolah SDN 4 Sukamenak akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
Kepala SDN 4 Sukamenak, Yaya Suherlan, S.Pd. / Suhaya, menegaskan bahwa kegiatan revitalisasi di sekolahnya tidak diborongkan, melainkan murni dikerjakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) sesuai dengan Juknis Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.
“Klarifikasi saya, kegiatan revitalisasi di SDN 4 Sukamenak tidak diborongkan. Semua pekerjaan dikerjakan oleh P2SP, sesuai aturan,” tegas Kepsek saat dikonfirmasi.
Terkait Pekerja Tidak Pakai APD, Dibantah
Kepsek juga membantah isu yang menyebut pekerja tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD). Menurutnya, semua pekerja di lapangan sudah dilengkapi dan memakai APD lengkap sesuai standar K3.
“Terkait pekerja, semua pekerja kami memakai APD. Ada helm, rompi dan sepatu safety. Kami sudah siapkan semua untuk keselamatan kerja,” jelasnya.
Soal Kades Osin Tak Dilibatkan, Hanya Miskomunikasi
Sementara terkait pengakuan Kades Sukamenak, Osin, yang mengaku tidak dilibatkan, pihak sekolah menyebut hal tersebut hanyalah miskomunikasi saja.
Kepsek menjelaskan, dari awal perencanaan hingga pembentukan P2SP, pihak sekolah selalu mengundang pihak Desa Sukamenak.
“Soal Pak Kades Osin bilang tidak dilibatkan, itu hanya miskomunikasi saja. Dari awal perencanaan, pembentukan P2SP, kami pihak sekolah selalu mengundang pihak desa. Waktu peletakan batu pertama pembangunan juga kami selalu mengundang,” ungkap Kepsek.
Ia menambahkan, saat peletakan batu pertama kegiatan revitalisasi tersebut, pihak yang hadir cukup lengkap.
“Yang hadir waktu peletakan batu pertama itu dari Dinas Pendidikan Wanaraja, Korwas, PGRI, dari Polsek, Danramil, dan dari Kecamatan Wanaraja. Semua kami undang, termasuk pihak desa,” tambahnya.
Dengan klarifikasi ini, pihak sekolah berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di masyarakat. Pihak SDN 4 Sukamenak berkomitmen akan melaksanakan proyek revitalisasi ruang kelas 1-2-3, ruang admin dan toilet senilai Rp 551.660.574 tersebut dengan sebaik-baiknya, transparan dan sesuai spesifikasi.
“Kami terbuka. Silahkan datang ke sekolah, lihat langsung pekerjaan kami. Kami kerjakan sesuai RAB,” pungkasnya
Polemik terkait proyek revitalisasi SDN 4 Sukamenak senilai Rp 551.660.574 akhirnya berakhir dengan suasana kekeluargaan. Kepala Desa Sukamenak, Osin, menyatakan memahami dan menerima klarifikasi dari pihak SDN 4 Sukamenak.
Sebelumnya, Kades Osin sempat mengaku tidak dilibatkan dalam pelaksanaan proyek rehab ruang kelas 1-2-3, ruang admin, toilet dan penataan lingkungan yang dikerjakan oleh P2SP tersebut. Namun setelah adanya penjelasan dari Kepala Sekolah Yaya Suherlan, S.Pd., Kades Osin menilai persoalan tersebut hanyalah miskomunikasi semata.
“Saya memahami atas klarifikasi dari pihak sekolah SDN 4 Sukamenak. Mungkin kemarin hanya miskomunikasi saja. Saya sudah paham penjelasannya,” ujar Kades Osin, selasa (20/10/2026).
Kades Osin menegaskan, setelah adanya komunikasi yang baik antara pihak desa dan pihak sekolah, tidak ada lagi persoalan. Ia justru mengajak semua pihak untuk saling menjaga dan mendukung pembangunan di Desa Sukamenak.
“Ke depan, kita untuk saling menjaga. Antara pemerintah desa, sekolah, dan semua unsur masyarakat harus kompak. Tujuannya satu, demi Desa Sukamenak yang lebih maju,” tegasnya.
Osin berharap, proyek revitalisasi SDN 4 Sukamenak yang bersumber dari Bantuan Revitalisasi TA 2026 tersebut dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik, dan pada akhirnya bermanfaat untuk meningkatkan mutu pendidikan anak-anak di Desa Sukamenak.
“Kalau sekolahnya bagus, anak-anak nyaman belajar, yang bangga juga kita sebagai warga Desa Sukamenak. Mari kita kawal bersama, jaga bersama, jangan sampai ada lagi kesalahpahaman,” tambahnya.
Sementara itu, dari pihak sekolah juga menyambut baik sikap bijaksana Kades Osin. Dengan adanya pemahaman bersama ini, kegiatan revitalisasi yang saat ini sedang berjalan diharapkan dapat lebih kondusif.
Warga pun mengapresiasi sikap legowo dan dewasa yang ditunjukkan Kades Osin dan pihak SDN 4 Sukamenak. Perselisihan kecil dianggap sebagai bumbu dalam pembangunan, namun tujuan akhirnya tetap untuk kemajuan bersama.
“Alhamdulillah kalau sudah clear. Pak Kades sudah memahami. Sekarang kita fokus bangun Sukamenak lebih maju. Desa maju, sekolah maju, warga juga maju,” ujar salah satu tokoh masyarakat Sukamenak.




