GARUT, MATA-PERISTIWA.ID – Polemik keberangkatan puluhan pegawai puskesmas ke Yogyakarta yang sempat viral di media sosial terus menyita perhatian publik Kabupaten Garut. Di tengah sorotan masyarakat terkait netralitas dan disiplin ASN, muncul tuduhan dari Pembina Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) Garut, Solihin Absor, yang menilai Sekretaris Dinas Kesehatan (Sekdisinkes) Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin, berupaya meredam isu tersebut.
Sebelumnya, sebuah rekaman video yang memperlihatkan sekitar 50 pegawai puskesmas menaiki bus pariwisata serta berfoto di Tugu Jogja dan Candi Prambanan beredar luas melalui akun TikTok @urangjabar. Solihin Absor menduga Sekdis Yodi Sirojudin pasang badan dengan memberikan dalih bahwa keberangkatan tersebut telah mengantongi restu pimpinan serta berlangsung singkat dari Jumat malam hingga Sabtu sore.
Narasi pembelaan tersebut dinilai memiliki kemiripan dengan pernyataan Kepala Puskesmas Malangbong, Hj. Lia Maulidiyawati, yang memicu tuduhan dari pihak IWOI mengenai adanya koordinasi internal di lingkungan dinas.
Tudingan IWOI Garut dan Potensi Implikasi Hukum
Solihin Absor menilai sikap pasang badan dari pejabat dinas justru dapat memicu dugaan kompromi struktural antara atasan dan bawahan. Menurutnya, apabila perjalanan dinas atau kegiatan rombongan luar daerah tidak dibekali dengan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) tertulis yang sah, maka tindakan tersebut berpotensi melanggar prosedur administrasi kepegawaian sebagaimana diatur dalam PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.
“Kasus ini berisiko menjadi blunder jika tidak diselesaikan secara transparan. Dari yang semula dianggap pelanggaran disiplin lokal di tingkat puskesmas, kini berkembang menjadi spekulasi publik mengenai pengawasan di tubuh Dinkes Garut,” ujar Solihin Absor.
Bantahan Tegas Kapus Cibatu: Staf Kami Tidak Ikut Rombongan ke Jogja
Di tengah simpang siur mengenai daftar puskesmas yang terlibat, Kepala Puskesmas (Kapus) Cibatu, Ajat Sudrajat, memberikan bantahan resmi secara terbuka. Ia menegaskan bahwa jajaran tenaga kesehatan (nakes) maupun staf administrasi Puskesmas Cibatu sama sekali tidak ikut serta dalam rombongan ke Yogyakarta.
“Saya selaku Kapus Cibatu menegaskan dan membantah isu tersebut. Informasi yang menyebutkan PKM Cibatu ikut ke Jogja bersama PKM Malangbong itu sama sekali tidak benar,” tegas Ajat Sudrajat saat memberikan konfirmasi resmi kepada MATA-PERISTIWA.ID, Senin (19/10/2026).
Pelayanan di Puskesmas Cibatu Dipastikan Normal dan Kondusif
Ajat menjelaskan bahwa seluruh pegawai Puskesmas Cibatu tetap menjalankan tugas pelayanan kesehatan masyarakat seperti biasa di wilayah Kecamatan Cibatu tanpa ada gangguan operasional.
“Kami fokus penuh pada pelayanan kesehatan masyarakat di sini. Seluruh staf dan nakes berada di tempat, pelayanan berjalan normal dan kondusif. Jika ada rumor PKM Cibatu ikut ke Jogja, saya pastikan itu hoaks dan perlu diluruskan,” tambahnya.
Ia mengimbau masyarakat agar selalu melakukan verifikasi informasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu liar yang dapat mencemarkan nama baik institusi pelayanan publik.
Redaksi MATA-PERISTIWA.ID tetap memegang teguh Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers No. 40 Tahun 1999 dengan membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya bagi Sekdis Dinkes Garut Yodi Sirojudin maupun pihak terkait lainnya. ***




