GARUT, MATA-PERISTIWA.ID – Ternyata ada Sosok yang diduga kuat pasang badan untuk menyelamatkan Puskesmas Malangbong, Limbangan dan Cibatu yang viral tour ke Jogja akhirnya terungkap. Dia adalah Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin, Rabu (14/10/2026).
“Setelah sebelumnya Viral video 50 pegawai Puskesmas naik Bus Pariwisata dan foto di Tugu Jogja dan Candi Prambanan viral di TikTok @urangjabar, Dinkes Garut bukannya memberikan sanksi tegas, malah Sekdis Yodi Sirojudin dikabarkan berusaha meredam dan menyelamatkan ketiga Puskesmas tersebut dengan dalih “Sudah dapat restu pimpinan, berangkat Jumat malam pulang Sabtu sore, hanya sehari.”
Pernyataan yang sama persis dengan klarifikasi Kapus Malangbong, Hj. Lia Maulidiyawati. Diduga skenario klarifikasi ini disusun oleh Sekdis Yodi Sirojudin sendiri.
ADA APA YODI SIROJUDIN PASANG BADAN?
Publik Garut pun bertanya-tanya, dan di amini oleh Pembina IWOI (Ikatan Wartawan Online Indonesia) Garut, Solihin Absor ada kepentingan apa Sekdis Dinkes Garut Yodi Sirojudin sampai nekat pasang badan, apakah…!!!?
1. Pemberi Restu Lisan?
Diduga kuat restu yang dimaksud Kapus Malangbong adalah restu lisan dari Sekdis Yodi Sirojudin. Jika benar hanya restu lisan tanpa Surat Tugas / SPPD resmi, maka ini pelanggaran prosedur kepegawaian yang fatal. PNS keluar provinsi bawa nama instansi wajib ada Surat Tugas tertulis.
2. Takut Borok Dinkes Terbongkar?
Jika Kapus Malangbong, Limbangan dan Cibatu diperiksa Inspektorat dan terbukti menggunakan dana BOK/Kapitasi/Jaspel untuk tour, maka akan menyeret nama Sekdis sebagai atasan langsung yang mengetahui dan merestui, makanya harus diselamatkan.
3. PP 94 Tahun 2021 Dilabrak?
Sesuai PP No. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, pegawai yang memberikan keterangan palsu (bilang rapat dinas ternyata tour) dan meninggalkan tugas tanpa izin resmi bisa dijatuhi hukuman disiplin sedang hingga berat. Tapi oleh Sekdis Yodi Sirojudin, pelanggaran ini malah dibela dengan alasan memenuhi undangan asosiasi kesehatan di sana.yang jadi pertanyaan kenapa tidak semua PKM yang ada di garut contohnya PKM di selatan kalau itu undangan asisiasi kesehatan di sana.
Sikap Sekdis Yodi Sirojudin yang pasang badan ini menurut Solihin absor, justru membuat blunder. Semula kasus hanya dianggap tour nakal 3 Puskesmas, kini melebar menjadi dugaan kongkalikong atasan dan bawahan di Dinkes Garut, jelasnya.
BEDA KETERANGAN KADINKES VS KAPUS & SEKDIS
Sebelumnya, Kepala Dinkes Garut dr. Leli Yuliani, M.Kes. memberikan keterangan berbeda dengan Kapus Malangbong. Kini Kapus Malangbong keterangannya sama persis dengan Sekdis Yodi Sirojudin. Ini memperkuat dugaan adanya dua kubu di internal Dinkes Garut: Kadinkes tidak tahu, tapi Sekdis yang main restu di belakang ,” terang solihin
Masyarakat dan aktivis Garut serta IWOI, mendesak Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, dan Inspektorat untuk memanggil dan memeriksa Sekdis Dinkes Yodi Sirojudin.
“Jangan cuma Kapusnya yang diperiksa. Periksa juga Sekdis Yodi Sirojudin !!! Kenapa dia mau pasang badan ? Ada apa ? Buka aliran dananya. Periksa BOK 3 Puskesmas itu. Kalau memang restunya dari Yodi Sirojudin, dia juga harus kena sanksi ,” tegas Pembina IWOI Kabupaten Garut ini.
Hingga berita ini diturunkan, Sekdis Dinkes Garut Yodi Sirojudin belum memberikan hak jawab resmi kepada awak media terkait dugaan pasang badan tersebut.
Redaksi MATA-PERIATIWA.ID masih membuka ruang hak jawab seluas-luasnya sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.




