Tingkatkan Kualitas Pendidikan Warga Binaan, Lapas Cipinang Kembangkan Berpikir Kritis Calon Tutor PKBM Warga Mandiri

JAKARTA, MATA-PERISTIWA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus memperkuat kualitas tenaga pengajar bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui lanjutan pelatihan Training of Trainer (ToT) yang berkolaborasi dengan Sekolah Erudio Indonesia, Lapas Cipinang mengasah kemampuan berpikir kritis calon tutor Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Warga Mandiri di Aula Gedung II, Selasa (13/10/2026).

Pelatihan difokuskan pada penguasaan teknik pencarian, validasi, dan analisis informasi berbasis proyek agar para tutor mampu mengarahkan pembelajaran yang interaktif dan objektif.

Uji Temuan dan Diskusi Kritis dalam Presentasi Proyek

Dalam sesi presentasi proyek, para calon tutor tidak hanya dituntut menyampaikan gagasan, tetapi juga harus mempertanggungjawabkan sumber informasi, metodologi pengumpulan data, hingga dasar penarikan kesimpulan.

Setiap kelompok menghadapi pertanyaan dan tanggapan kritis dari tim fasilitator. Salah satu fasilitator, Purnama Sari Pelupessy, memberikan catatan kritis terkait kecukupan jumlah responden dalam proyek bertema survival. Tim kelompok pun menjelaskan bahwa keterbatasan jumlah responden disebabkan oleh kriteria spesifik yang sesuai dengan fokus kajian.

Diskusi interaktif tersebut memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya menguji kredibilitas data sebelum menyimpulkan sebuah permasalahan.

Salah seorang calon tutor, Aris Setyawan, mengungkapkan bahwa proses ini memberikan pengalaman baru dalam mengolah serta mempertanggungjawabkan informasi secara ilmiah.

“Ini pengalaman yang luar biasa. Kami belajar bahwa mencari informasi saja tidak cukup. Sumbernya harus diperiksa, datanya dibandingkan, dan kesimpulannya harus bisa dijelaskan secara rasional,” ungkap Aris.

Bacaan Lainnya

Apresiasi Kemajuan Peserta dan Harapan Kalapas

Founder Sekolah Erudio Indonesia sekaligus Ketua Tim Pelatih, Monika Irayati (Ira), mengaku takjub melihat perkembangan signifikan para calon tutor, terutama dalam hal keberanian berargumen dan menjelaskan proses validasi data.

“Saya takjub melihat perkembangan teman-teman hari ini. Mereka mulai lebih percaya diri, mampu menjelaskan dari mana informasi diperoleh, bagaimana memvalidasinya, dan alasan di balik kesimpulan yang dibuat. Ini kemajuan yang sangat berarti,” puji Ira.

Sementara itu, Pembina PKBM Warga Mandiri, Septiyawan, menyampaikan pesan dan harapan dari Kepala Lapas Kelas I Cipinang, Dr. Syarpani. Pihaknya berharap pelatihan ini melahirkan calon tutor yang tidak sekadar mengajar secara tekstual, melainkan mampu menghidupkan cara belajar yang aktif dan kritis.

“Harapan Bapak Kalapas, calon tutor mampu mengajak peserta didik berpikir, mencari tahu, dan memecahkan persoalan secara mandiri. Dengan begitu, PKBM bukan hanya menjadi tempat memperoleh pendidikan kesetaraan, tetapi juga ruang tumbuhnya pengetahuan dan keterampilan Warga Binaan,” jelas Septiyawan.

Melalui kemitraan ini, Lapas Kelas I Cipinang berkomitmen menjadikan PKBM Warga Mandiri sebagai pusat pembelajaran berbasis proyek yang adaptif, tempat di mana pengetahuan diubah menjadi gagasan yang bermanfaat bagi masa depan Warga Binaan. (sta)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *