SURABAYA, MATA-PERISTIWA.ID – Surat Telegram Kapolri nomor ST/2205/IX/Kep/2026 tertanggal 2 Oktober 2026 menandai berakhirnya 570 hari kepemimpinan Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si. sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur yang penuh dinamika. Tongkat komando kini beralih kepada Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono, dengan serah terima jabatan (sertijab) yang dilaksanakan di Mabes Polri pada Jumat, 9 Oktober 2026. Irjen Pol. Nanang Avianto selanjutnya mengemban tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK I Sespim Lemdiklat Polri.
Pergantian kepemimpinan tertinggi di Mapolda Jatim ini bukan sekadar rotasi birokrasi, melainkan momentum penting untuk mengevaluasi capaian, mencatat kekurangan, serta mendorong perbaikan penegakan hukum di wilayah Jawa Timur.
Catatan Apresiasi Kepemimpinan Irjen Pol. Nanang Avianto
Selama memimpin Polda Jatim, Irjen Pol. Nanang Avianto dinilai meninggalkan sejumlah catatan institusional yang patut diapresiasi karena dinilai stabil, responsif, dan disiplin menjaga ritme organisasi di provinsi sebesar Jawa Timur.
Berikut adalah beberapa poin evaluasi dan capaian selama masa kepemimpinannya:
-
Pembenahan Internal dan Disiplin Anggota: Latar belakang penugasannya di bidang Propam memberikan relevansi kuat. Salah satu ketegasan yang dicatat adalah pencopotan Kapolres Tuban AKBP William Cornelis Tanasale yang diduga menekan anggota dan memotong anggaran berdasarkan laporan Paminal.
-
Pendekatan Humanis dan Restorative Justice: Sejak awal menjabat pada Maret 2025, jajaran Polda Jatim didorong mengedepankan keadilan restoratif guna menyongsong pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru.
-
Penghargaan Institusional: Diraihnya penghargaan Samkaryanugraha atau Nugraha Sakanti pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi bukti pengakuan atas pengabdian institusi.
-
Stabilitas Kamtibmas dan Satgas Premanisme: Keamanan secara makro terjaga dengan baik melalui pengamanan agenda nasional seperti Ramadan, Nyepi, hingga Operasi Ketupat Semeru. Polda Jatim juga mencatat pengungkapan 320 kasus kejahatan jalanan melalui Satgas Premanisme pada Mei 2026.
-
Deklarasi Surabaya 2026: Bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa pada 3 Agustus 2026, Polda Jatim menginisiasi “Jogo Jawa Timur” untuk membentengi masyarakat dari polarisasi informasi digital menjelang HUT ke-81 RI.
-
Respons Cepat Krisis Kemanusiaan: Kepolisian sigap turun tangan saat insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Sumenep pada 2 Agustus 2026 dengan mengerahkan helikopter dan tim SAR Ditpolairud.
Estafet Kepemimpinan: Tantangan dan PR untuk Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono
Kini, estafet kepemimpinan berada di tangan Kapolda Jatim yang baru, Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono. Pers dan publik tentu akan menimbang kinerja kepemimpinan baru dengan standar objektif, terutama dalam manajemen penyidikan, konsistensi penegakan hukum, pemberantasan narkoba, serta kualitas pelayanan publik.
Sejumlah Pekerjaan Rumah (PR) strategis yang dititipkan kepada kepemimpinan baru meliputi:
-
Fokus Pemberantasan Narkoba: Memutus mata rantai peredaran jaringan narkotika hingga tuntas, bukan sekadar mengejar kuantitas angka pengungkapan perkara.
-
Konsistensi Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Memastikan penanganan perkara adil bagi masyarakat kecil maupun kasus-kasus besar, tanpa ada keberpihakan.
-
Pengawasan Internal dan Transparansi: Menindak tegas arogansi maupun penyalahgunaan wewenang anggota secara objektif serta merespons pengaduan masyarakat secara pasti.
-
Perlindungan Hak Masyarakat: Menjaga agar kepentingan investasi dan stabilitas daerah tidak mengorbankan hak-hak dasar masyarakat dalam konflik sosial maupun agraria.
Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) melalui Ketua Umumnya menyatakan siap mendukung penuh penugasan Kapolda Jatim yang baru secara proporsional demi terciptanya keadilan dan kepastian hukum di Jawa Timur. (ET/Hartanto Boechori)




