Gresik ,mata-peristiwa.id – Kodim 0817/Gresik menggelar kegiatan Latihan Kesiapan Gudang Munisi dan Bahan Peledak Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya meningkatkan kemampuan prajurit dalam memahami prosedur pengamanan, pengelolaan, serta penanganan kondisi darurat yang berkaitan dengan gudang munisi dan bahan peledak. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pemberian materi di aula dan praktik lapangan di Makodim 0817/Gresik. Selasa (20/10/2026).
Latihan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemampuan satuan guna memastikan setiap personel memahami tugas dan tanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku. Melalui kegiatan ini, prajurit diharapkan mampu meningkatkan ketelitian, kewaspadaan, serta kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lingkungan satuan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian materi singkat di aula maupun di lapangan Makodim 0817/Gresik. Dalam sesi tersebut, peserta menerima penjelasan mengenai pentingnya kesiapan personel, kepatuhan terhadap prosedur, serta penerapan standar keselamatan dalam pelaksanaan tugas yang berkaitan dengan munisi dan bahan peledak.
Pemberian materi juga menjadi sarana untuk menyamakan pemahaman seluruh peserta terhadap langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menghadapi situasi darurat. Dengan bekal pengetahuan tersebut, setiap prajurit diharapkan dapat bertindak secara terukur, tepat, dan bertanggung jawab sesuai kewenangan masing-masing.
Usai menerima materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik lapangan di lapangan Makodim 0817/Gresik. Pada tahap ini, peserta mengikuti simulasi penanganan keadaan darurat, termasuk praktik pemadaman kebakaran menggunakan peralatan pemadam. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada prajurit dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya.
Praktik lapangan dilaksanakan untuk menguji pemahaman sekaligus melatih respons personel ketika menghadapi potensi bahaya. Setiap tahapan latihan menekankan pentingnya koordinasi, ketepatan tindakan, serta penerapan prosedur keselamatan guna meminimalkan risiko terhadap personel maupun lingkungan sekitar.
Pasiopsdim 0817/Gresik, Kapten Inf Sugiono, S.H., selaku Wadanlat (Wakil Komandan Latihan), turut berperan dalam mendukung pelaksanaan kegiatan agar berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Pengawasan dan koordinasi dalam latihan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan terlaksana secara tertib dan terarah.
Dalam tanggapannya, Kapten Inf Sugiono, S.H., menegaskan bahwa latihan kesiapan gudang munisi dan bahan peledak tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi juga merupakan sarana untuk membangun kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi situasi yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat.
“Melalui latihan ini, kami ingin memastikan setiap personel memahami prosedur, mengutamakan faktor keselamatan, serta mampu melaksanakan tugas sesuai ketentuan. Kesiapan tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan, tetapi juga oleh kedisiplinan, ketelitian, dan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi situasi darurat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keseriusan seluruh peserta dalam mengikuti setiap tahapan latihan. Menurutnya, pemahaman terhadap prosedur harus terus dipelihara dan ditingkatkan agar setiap prajurit mampu menjalankan tanggung jawabnya secara profesional, sekaligus menghindari tindakan yang dapat menimbulkan risiko keselamatan.
Melalui latihan ini, Kodim 0817/Gresik berupaya memperkuat kesiapan personel sekaligus meningkatkan kemampuan satuan dalam menerapkan prosedur pengamanan dan penanganan keadaan darurat. Perpaduan antara pembekalan teori dan praktik lapangan diharapkan dapat membentuk pola tindakan yang lebih terarah, terukur, dan sesuai standar keselamatan.
Dengan terselenggaranya Latihan Kesiapan Gudang Munisi dan Bahan Peledak TA 2026, Kodim 0817/Gresik berharap seluruh prajurit semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu menjaga kesiapan satuan secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen satuan dalam membangun profesionalisme prajurit, memperkuat budaya keselamatan, dan mendukung pelaksanaan tugas TNI AD secara optimal.(Et).




