Polresta Bandung Raih Juara 1 Pos Terpadu Tematik “Lembur Kaheman”

SOREANG – Polresta Bandung berhasil meraih peringkat pertama dalam penilaian Pos Terpadu Tematik pada pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Capaian tersebut menempatkan Polresta Bandung sebagai yang terbaik dari enam besar satuan wilayah di jajaran Polda Jawa Barat.

Berdasarkan data hasil penilaian, Polresta Bandung menempati posisi puncak, disusul Polres Bogor di peringkat kedua dan Polres Cimahi di posisi ketiga. Sementara itu, peringkat harapan masing-masing diraih Polres Ciamis, Polres Tasikmalaya Kota, dan Polres Cianjur.

Penilaian Pos Terpadu Tematik ini dilakukan melalui sejumlah aspek, meliputi sumber daya manusia (SDM), anggaran, metode atau cara bertindak, sarana dan prasarana, inovasi, serta aspek tematik. Selain itu, terdapat penilaian tambahan dari keaktifan dan viralisasi di media sosial yang memiliki bobot 20 persen dari total penilaian.

Bacaan Lainnya

Dari hasil rekapitulasi, Polresta Bandung mencatatkan nilai tertinggi dengan total presentase mencapai 94 poin. Nilai tersebut diperoleh dari capaian aspek tematik dan terpadu sebesar 78 poin (bobot 80 persen) serta dukungan keaktifan media sosial sebesar 16 poin (bobot 20 persen).

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Aldi Subartono, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel serta dukungan lintas sektor dalam menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, konsep Pos Terpadu Tematik “Lembur Kaheman” menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam memberikan rasa aman dan nyaman, khususnya selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Alhamdulillah, Polresta Bandung meraih peringkat pertama. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh anggota dan sinergi dengan stakeholder terkait dalam menghadirkan pelayanan yang humanis dan responsif kepada masyarakat,” ujar Aldi, Selasa (31/3/2026).

Ia menambahkan, pendekatan tematik “Lembur Kaheman” tidak hanya menitikberatkan pada pengamanan, tetapi juga mengedepankan nilai kearifan lokal serta kedekatan dengan masyarakat.

“Kami mengusung konsep Lembur Kaheman sebagai bentuk pelayanan yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan kenyamanan, dengan sentuhan budaya lokal dan pendekatan humanis,” katanya.

Selain itu, Aldi juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial dalam mendukung kinerja kepolisian, khususnya dalam hal penyampaian informasi kepada masyarakat secara cepat dan masif.

Dalam penilaian tersebut, aspek viralisasi media sosial menjadi salah satu indikator penting, dengan kategori penilaian berdasarkan tingkat engagement di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan Facebook.

“Keaktifan di media sosial menjadi bagian penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk situasi lalu lintas, pelayanan, hingga imbauan kamtibmas. Ini juga menjadi salah satu faktor penilaian,” ungkapnya.

Ia berharap, capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat, tidak hanya pada momen operasi ketupat, tetapi juga dalam kegiatan sehari-hari.

“Kami tidak akan berpuas diri. Justru ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *