CIANJUR, MATA-PERISTIWA.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur bersama Polsek Cikalongkulon tengah mendalami penyebab kematian misterius seorang pelajar perempuan berinisial SK (16). Siswi kelas 10 SMK tersebut ditemukan tewas mengenaskan di dalam rumahnya di kawasan Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu, 24 Mei 2026.
Penyelidikan intensif digencarkan guna menguji berbagai kemungkinan, termasuk dugaan korban meninggal dunia akibat menenggak racun tikus ataupun adanya unsur tindak pidana kekerasan yang dilakukan oleh orang lain. Kejanggalan menguat lantaran posisi rumah korban dalam keadaan terkunci rapat dari luar saat jenazah pertama kali ditemukan oleh warga sekitar.
Penemuan jasad korban bermula dari kecurigaan tetangga setempat yang tidak melihat aktivitas SK sejak Sabtu malam. Merasa ada yang tidak beres, warga berinisiatif mengecek ke dalam rumah dan terkejut saat mendapati korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tubuh telungkup. Saat dievakuasi, kondisi fisik korban cukup memprihatinkan karena bagian mulutnya mengeluarkan busa, serta dilaporkan adanya bercak darah pada area vitalnya.
“Pas dibalik, mulutnya keluar busa dan alat vitalnya berdarah,” ungkap salah seorang tetangga korban, Tati, saat memberikan kesaksian pada Senin, 25 Mei 2026.
Penemuan yang diduga tidak wajar ini langsung dilaporkan warga ke aparat desa setempat yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian. Kepala Desa Ciramagirang, Sulaeman Effendi, menyebut pihak desa menerima laporan peristiwa tersebut sekitar pukul 10.00 WIB dan segera menghubungi petugas berwajib untuk melakukan olah TKP awal.
Sulaeman membeberkan, selama ini korban diketahui tinggal bersama ayah tirinya yang berinisial O, sementara ibu kandung korban tengah mengadu nasib sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Ironisnya, saat jasad korban ditemukan, sang ayah tiri tidak berada di tempat dan diduga sudah pergi meninggalkan rumah sejak Sabtu malam, 23 Mei 2026.
Guna mengungkap tabir kematian remaja malang tersebut, Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Fazri Ameli Putra, menyatakan bahwa jajaran penyidik telah mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Sayang Cianjur untuk menjalani proses autopsi menyeluruh oleh tim dokter forensik.
“Setelah menerima laporan, kami bersama polsek setempat langsung bergerak cepat membawa jenazah korban untuk dilakukan autopsi. Langkah medis ini wajib dilakukan guna mengetahui secara pasti dan ilmiah penyebab utama kematian korban,” tegas Kasatreskrim
Hingga berita ini diturunkan, jajaran Satreskrim Polres Cianjur masih terus melakukan pengumpulan barang bukti di lokasi kejadian serta memeriksa sejumlah saksi, termasuk kerabat dan tetangga terdekat, guna menyusun kronologi utuh terkait kasus tersebut.***








