Jadi Penyangga 2 Kecamatan, SMAN 1 Lumbung Ciamis Berharap Bantuan 4 RKB dari Pemprov Jabar

CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Lumbung, Kabupaten Ciamis, kini menghadapi kendala fasilitas penunjang belajar. Sekolah di bawah naungan KCD Wilayah XIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ini mendesak membutuhkan 4 Ruang Kelas Baru (RKB).

Tingginya kebutuhan ini terjadi karena SMAN 1 Lumbung merupakan sekolah penyangga bagi dua kecamatan, salah satunya Kecamatan Panjalu. Setiap tahun, animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke lembaga pendidikan ini terus meningkat tajam.

Kekurangan Ruang Belajar bagi Ratusan Siswa

Saat ini, kapasitas ruang kelas yang tersedia sudah tidak sebanding dengan jumlah murid yang masuk. Berdasarkan data rombongan belajar (rombel) yang ada, idealnya sekolah memiliki fasilitas ruangan yang memadai untuk menampung seluruh siswa.

“Siswa kami saat ini mencapai 716 orang. Akibat keterbatasan ruangan, kami masih kekurangan 4 Ruang Kelas Baru,” ujar Kepala SMAN 1 Lumbung, Dedeh Komariah, S.Pd., saat dikonfirmasi pada Senin (08/06/2026).

Alih Fungsi Laboratorium dan Perpustakaan

Demi menyukseskan program pemerintah agar semua anak usia sekolah mendapat pendidikan, SMAN 1 Lumbung terpaksa mengambil kebijakan darurat. Pihak sekolah membuka 5 kelas tambahan dengan memanfaatkan fasilitas ruang fungsional lainnya.

“Kami terpaksa menggunakan 3 ruangan laboratorium IPA, 1 ruangan Tata Usaha (TU), dan 1 ruangan perpustakaan untuk kegiatan belajar mengajar,” jelas Dedeh.

Bacaan Lainnya

Dedeh menambahkan, pihak sekolah sebenarnya telah menerima bantuan pembangunan 1 RKB pada tahun lalu. Namun, bantuan tersebut belum cukup untuk menampung lonjakan jumlah siswa yang ada saat ini.

Berharap Bantuan Pemerintah Daerah

Pihak sekolah berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat segera memberikan solusi nyata. Terlebih, SMAN 1 Lumbung masih memiliki area tanah yang siap bangun.

“Kami sangat berharap kepada pemerintah terkait untuk segera menyalurkan bantuan RKB. Lahan kosong di sekolah kami masih tersedia dan cukup untuk membangun empat ruang kelas baru,” pungkas Dedeh Komariah. (HD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *