CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Naas nasib Kevin Julian, seorang bocah berusia 7 tahun warga Dusun Manganti, Desa Sidarahayu, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Korban ditemukan meninggal dunia usai tenggelam di kubangan air kawasan Bendungan Manganti pada Minggu (26/7/2026) pagi.
Peristiwa memilukan tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Lakbok melalui Panit Intel Aipda Priono. Korban dilaporkan tenggelam sekitar pukul 06.30 WIB saat tengah bermain air dan berenang bersama rekan-rekannya.
Kronologi Kejadian: Bersepeda Hingga Berenang di Kubangan Sungai
Berdasarkan keterangan para saksi, peristiwa bermula ketika korban bersama tiga orang temannya bersepeda menuju area Bendungan Manganti. Setibanya di lokasi, korban mengajak rekan-rekannya turun ke area aliran Sungai Citanduy yang saat itu kondisi debit airnya sedang surut.
“Di tengah aliran sungai terdapat kubangan air. Keempat anak tersebut kemudian bermain air dan berenang di lokasi tersebut,” terang Aipda Priono kepada wartawan.
Salah seorang teman korban sempat memberi peringatan agar tidak berenang terlalu jauh ke tengah. Namun, peringatan itu tidak dihiraukan hingga akhirnya korban terseret dan tenggelam.
Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, tetapi gagal karena korban panik dan kian tenggelam ke dalam air. Dalam momen mencekam tersebut, seorang anak lainnya bernama Rafi juga sempat tenggelam, namun beruntung berhasil diselamatkan oleh temannya. Sementara korban Kevin menghilang dari permukaan air.
Sadar kawan mereka tenggelam, teman-teman korban langsung berteriak meminta bantuan warga sekitar yang berada tak jauh dari lokasi.
Proses Evakuasi dan Hasil Pemeriksaan Medis
Mendapati laporan tersebut, tim SAR gabungan dari Pos Damkar Banjarsari, MDMC, RAPI, serta Tagana Kabupaten Ciamis langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pencarian.
Setelah pencarian intensif selama tiga jam, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan sempat menjalani pemeriksaan oleh tim medis Puskesmas Purwadadi.
“Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya indikasi kekerasan pada tubuh korban. Murni diduga meninggal dunia akibat saluran pernapasan kemasukan air yang menyebabkan kekurangan oksigen,” tegas Aipda Priono.
Polisi Imbau Pengelola Bendungan Pasang Papan Peringatan
Menyikapi insiden berulang ini, pihak kepolisian mengimbau keras masyarakat agar tidak melakukan aktivitas berenang di kawasan Bendungan Manganti karena sangat membahayakan keselamatan.
Pihak kepolisian juga meminta pengelola Bendungan Manganti untuk segera mengambil tindakan preventif dengan memasang papan imbauan keselamatan.
“Kejadian orang tenggelam di Bendungan Manganti ini bukan kali pertama terjadi. Kami sangat berharap pihak pengelola segera memasang papan larangan dan peringatan agar masyarakat, khususnya anak-anak, tidak lagi menggunakan lokasi tersebut untuk bermain air,” pungkas Aipda Priono.
(HD)





