JAKARTA, MATA-PERISTIWA.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang melanda berbagai wilayah di Indonesia dalam periode pemantauan 16 hingga 18 Juni 2026. Fenomena hidrometeorologi basah, seperti banjir dan angin puting beliung, masih mendominasi peristiwa bencana dalam dua hari terakhir.
1. Banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
Banjir merendam permukiman warga di Kabupaten Kapuas Hulu sejak Selasa (16/6/2026) pukul 04.00 WIB. Meluapnya debit Sungai Empanang dan Sungai Kantuk akibat intensitas hujan yang tinggi menyebabkan 66 rumah warga di Desa Kumang Jaya dan Desa Nanga Kantuk terendam. Laporan terbaru per Rabu (17/6) menunjukkan banjir telah berangsur surut, dan BPBD setempat terus melakukan asesmen di lokasi.
2. Banjir di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara
Di saat yang sama, bencana banjir juga melanda Kabupaten Asahan pada Selasa (16/6) malam. Sebanyak 183 Kepala Keluarga (KK) atau 521 jiwa terdampak di empat kecamatan: Setia Janji, Sei Dadap, dan Tinggi Raja.
Selain merendam 152 rumah, banjir dengan ketinggian air 30–70 cm ini juga merusak fasilitas umum, termasuk:
-
1 unit fasilitas ibadah.
-
2 unit fasilitas pendidikan.
-
50 hektar lahan persawahan.
3. Angin Puting Beliung di Deli Serdang
Masih di Provinsi Sumatera Utara, angin puting beliung menerjang Kabupaten Deli Serdang pada Selasa (16/6) sore. Sebanyak 18 KK terdampak akibat kerusakan rumah di Desa Negara Beringin, Desa Paku, dan Desa Paluh Kurau. Tercatat 14 rumah mengalami rusak ringan dan empat rumah rusak sedang. Saat ini, warga tengah bergotong royong melakukan perbaikan atap rumah yang sempat terhempas angin.
Imbauan Kewaspadaan dari BNPB
Menanggapi rangkaian bencana tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sesuai dengan karakteristik wilayah masing-masing.
BNPB memberikan beberapa poin penting bagi masyarakat:
-
Waspada Hujan Tinggi: Masyarakat di wilayah rawan banjir diminta tetap waspada terhadap potensi luapan sungai saat hujan dengan intensitas tinggi.
-
Bijak Menggunakan Air: Bagi daerah rawan kekeringan, warga diimbau menghemat penggunaan air dan segera melapor jika kesulitan mendapatkan akses air bersih.
-
Pantau Informasi Resmi: Selalu memantau prakiraan cuaca dari BMKG dan mengikuti arahan BPBD setempat guna meminimalisir risiko bencana.
BNPB menegaskan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan di setiap daerah terdampak guna mempercepat penanganan darurat dan pemulihan bagi warga yang terdampak.








