TOBA, MATA-PERISTIWA.ID – Tanaman padi seluas 5 hingga 10 hektare di Desa Patane I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, terancam mengalami gagal panen akibat serangan hama ulat yang mendadak memicu pembusukan pada batang padi.
Merespons laporan darurat warga, Dinas Pertanian Kabupaten Toba bergerak cepat menurunkan tim ahli guna menggelar Gerakan Pengendalian (Gerdal) hama terpadu pada Selasa (28/7/2026).
Serangan hama tersebut dilaporkan pertama kali oleh para petani setempat sekitar pukul 08.00 WIB. Tak butuh waktu lama, jajaran petugas Dinas Pertanian dan Penyuluh Lapangan langsung diterjunkan ke titik lokasi bencana pada pukul 10.40 WIB untuk melokalisasi area terdampak.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, menegaskan bahwa penanganan teknis di lapangan dilakukan secara bergotong royong dengan melibatkan berbagai unsur pertanian lokal.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat Desa Patane I, kami langsung menginstruksikan tim untuk turun ke lokasi. Penanganan darurat ini melibatkan petani setempat, Ketua Kelompok Tani Satahi Hengki Sirait, tokoh masyarakat R. Manurung, serta Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) untuk memastikan langkah penanggulangan berjalan tepat sasaran,” tegas Lena Pardede, Selasa (28/7/2026).
Padi Memasuki Fase Bunting, Petani Kritis Terancam Rugi
Kondisi serangan hama ini dinilai sangat mengkhawatirkan lantaran tanaman padi warga saat ini tengah memasuki fase bunting atau persiapan pembentukan bulir padi. Kondisi ini membuat tanaman sangat rentan terhadap kerusakan permanen apabila terjadi pembusukan batang.
Sejumlah petani mengaku kewalahan karena pengaplikasian pestisida secara mandiri dan rutin sebelumnya tidak membuahkan hasil signifikan untuk membasmi ulat pembusuk tersebut.
Melalui respons cepat ini, tim Dinas Pertanian bersama PPL mengidentifikasi jenis spesifik penyakit dan hama yang menyerang. Setelah sampel dikaji, petugas langsung melakukan penyemprotan pestisida yang disesuaikan dengan formula khusus agar penyebaran pembusukan batang dapat dihentikan total.
Pemerintah Kabupaten Toba berharap aksi tanggap Gerdal ini dapat menyelamatkan sisa lahan pertanian warga serta menghindarkan para petani dari ancaman kerugian besar akibat gagal panen.***





