Gelar The 1st Gresik Business Forum, Pemkab Tawarkan 5 Proyek Strategis dan Genjot Kemitraan UMKM

GRESIK, MATA-PERISTIWA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) sukses menggelar The 1st Gresik Business Forum bertema “Beyond Investment: Membangun Kemitraan Strategis untuk Masa Depan Gresik” di Hotel Horison Gresik, Sabtu (1/8/2026).

Forum bisnis ini digelar untuk membangun iklim investasi berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada besarnya modal yang masuk, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penyerapan tenaga kerja, penguatan UMKM lokal, serta kelestarian lingkungan.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), menegaskan pentingnya mengubah paradigma investasi menjadi kemitraan strategis yang saling menguntungkan.

“Investasi mungkin dimulai dengan angka, tetapi kemitraan dibangun melalui kepercayaan. Investasi menghadirkan proyek, tetapi kemitraan menciptakan masa depan,” ujar Gus Yani saat membuka acara.

Realisasi Investasi Tembus Rp 11,4 Triliun dan Kepastian Perizinan

Hingga semester pertama (H1) tahun 2026, realisasi investasi di Kabupaten Gresik telah menembus angka Rp 11,4 triliun dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp 30 triliun. Capaian positif ini didukung keberadaan kawasan industri terpadu, konektivitas pelabuhan laut dalam, serta jaminan pasokan energi dan air.

Untuk mempermudah para investor, Pemkab Gresik berkomitmen memberikan kepastian tata ruang dan birokrasi perizinan yang transparan, cepat, dan solutif.

“Kita berangkat dari kepastian tata ruang agar ada kepastian hukum berinvestasi. Tidak ada lagi bahasa sulit mengurus perizinan di Gresik. Kalau ada yang lambat, silakan sampaikan langsung ke saya,” tegas Gus Yani.

Tawarkan 5 Proyek Strategis dan Penghargaan Investor

Dalam forum yang dihadiri sekitar 100 pelaku usaha, pengelola kawasan industri, dan sektor perbankan ini, Pemkab Gresik memaparkan lima peluang proyek investasi strategis:

Bacaan Lainnya
  1. Pengolahan Logam Tembaga: Nilai investasi Rp 17,19 triliun.

  2. Hilirisasi Timah: Nilai investasi Rp 1,17 triliun.

  3. Industri Alat Mesin Pertanian: Nilai investasi Rp 784,83 miliar.

  4. Industri Farmasi Garam berkualitas tinggi: Nilai investasi Rp 707,95 miliar.

  5. Unit Pengolahan Ikan Bernilai Tambah: Nilai investasi Rp 514,75 miliar.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menambahkan bahwa masuknya investasi skala besar harus berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran melalui penguatan pendidikan vokasi SDM lokal.

Pada kesempatan yang sama, Pemkab Gresik juga memberikan penghargaan kepada perusahaan berprestasi. PT Freeport Indonesia memborong penghargaan sebagai kontributor realisasi PMA terbesar sekaligus penyerap tenaga kerja lokal tertinggi mencapai 71 persen.

Sementara itu, PT Petrokimia Gresik dianugerahi penghargaan kontributor PMDN terbesar, PT Berkah Kawasan Sejahtera sebagai kontributor kawasan industri terbesar, serta PT Dharma Graha Utama dan CV Tiga Peruang Lampur atas kepatuhan dan kemitraan aktif bersama UMKM lokal.

(ET/MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *