Hendak Jenguk Istri di Puskesmas, Pengendara N-Max di Pangandaran Luka Berat Usai Tabrakan Adu Banteng dengan Dump Truk

PANGANDARAN, MATA-PERISTIWA.ID – Nasib naas menyelimuti seorang pengendara sepeda motor Yamaha N-Max di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Korban mengalami luka berat usai terlibat kecelakaan adu banteng dengan sebuah dump truk di tikungan Pataruman, Dusun Cikuya, Desa Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Selasa (4/8/2026) sekira pukul 21.30 WIB.

Korban yang merupakan warga Dusun Cidahon, Desa Kertamukti, Kecamatan Cimerak tersebut sejatinya sedang dalam perjalanan menuju Puskesmas Legokjawa untuk menjenguk sang istri yang tengah menjalani perawatan medis.

Namun, niat baik tersebut berujung musibah setelah sepeda motor putih yang dikendarainya bertabrakan hebat dengan kendaraan dump truk dari arah berlawanan.

Diduga Gagal Menyampat di Tikungan dan Tanpa Helm

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Kecamatan Cimerak, Oo Rohmana, membeberkan kronologi insiden berdasarkan informasi awal yang diterimanya. Korban diduga melaju kencang dan berupaya menyalip dua kendaraan di depannya saat mendekati lokasi kejadian.

“Saat memasuki area tikungan, korban diduga kehilangan kendali hingga melebar masuk ke jalur berlawanan dan langsung bertabrakan dengan dump truk,” ungkap Oo Rohmana via pesan WhatsApp, Rabu (5/8/2026) pagi.

Dugaan kegagalan mengendalikan laju kendaraan tersebut turut diperkuat oleh keterangan Akbar, seorang penumpang dump truk asal Cilacap yang melihat langsung detik-detik benturan dari atas bak truk. Menurut Akbar, truk yang ditumpanginya bersama tiga rekannya sedang melaju stabil dari arah Cijulang menuju Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Informasi sementara di lapangan juga mengindikasikan bahwa korban tidak mengenakan helm saat berkendara. Kondisi ini disinyalir memperparah tingkat cedera, khususnya pada area kepala dan wajah korban akibat benturan fisik yang keras.

Patah Tulang dan Dirujuk ke RSUD Pandega

Akibat insiden adu banteng tersebut, korban menderita cedera serius meliputi patah tulang paha dan lutut kanan, retak pada pelipis, luka sobek di hidung, serta patah rahang. Kendati menderita luka berat, korban dilaporkan tetap dalam kondisi sadar saat dievakuasi oleh warga dan petugas medis.

Bacaan Lainnya

“Korban masih sadar. Sepanjang proses evakuasi terus menyebut nama Allah dan beristighfar. Saat diajak berkomunikasi pun masih bisa merespons,” tambah Oo Rohmana.

Warga setempat yang berada di lokasi kejadian langsung menghubungi pihak Puskesmas Legokjawa. Tak lama berselang, unit ambulans tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban. Setelah mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Legokjawa, korban langsung dirujuk ke RSUD Pandega Pangandaran guna mendapatkan tindakan medis lanjutan. Sementara itu, sang istri masih menjalani perawatan terpisah di Puskesmas Legokjawa.

Saat ini, penanganan perkara kecelakaan lalu lintas tersebut telah ditangani oleh personel Polsek Cimerak bersama Satlantas Polres Pangandaran untuk memverifikasi penyebab pasti kecelakaan.

(HD/MP)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *