KOTA BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Kota Bandung bersiap menyambut gelaran lari nasional berskala besar, Pocari Run 2026, yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 19–20 September 2026.
Ajang olahraga bergengsi ini bakal diikuti oleh 15.000 peserta. Menariknya, sekitar 70 persen pelari berasal dari luar Kota Bandung, sehingga diyakini memberikan dampak ekonomi dan pariwisata yang signifikan bagi Kota Kembang.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa Pocari Run merupakan salah satu dari enam ajang lari besar tingkat nasional. Karena itu, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberikan pengawalan khusus agar acara berjalan aman, tertib, dan minim gangguan.
“Pocari Run ini satu di antara enam event lari besar nasional. Kehadiran 15.000 peserta yang mayoritas dari luar kota membawa dampak ekonomi luar biasa bagi sektor pariwisata Bandung,” kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Kamis (17/9/2026).
Skema Buka-Tutup Jalan dan Rute Terdampak
Untuk menjaga keseimbangan antara kelancaran ajang olahraga dan mobilitas warga, Pemkot Bandung bersama Polrestabes Bandung, TNI, Dishub, dan Satpol PP tidak memblokir jalur secara total, melainkan menerapkan sistem rekayasa buka-tutup jalan.
Pengaturan lalu lintas akan dimulai sejak dini hari dengan rincian waktu:
-
Sabtu (19/9/2026): Pukul 05.00–07.00 WIB.
-
Minggu (20/9/2026): Pukul 04.00–08.00 WIB.
Beberapa ruas jalan utama yang dilintasi peserta dan perlu diantisipasi pengendara meliputi Jalan Merdeka, Wastukancana, Pajajaran, Cicendo, RE Martadinata, Dago, Diponegoro, Supratman, Cihampelas, Cicaheum, Kiaracondong, Gatot Subroto, Asia Afrika, Sudirman, Gardujati, hingga kawasan Balai Kota Bandung.
Pengawasan Cheering Point, Pengelolaan Sampah Eco Blue, dan Lokasi Parkir
Pemkot Bandung juga menaruh perhatian ketat pada ketertiban di cheering point (titik penyemangat peserta) untuk mencegah potensi pelanggaran, serta mengawal penanganan sampah plastik di sepanjang rute lari melalui program Project Eco Blue.
“Semua sampah plastik nanti akan ditarik oleh tim Project Eco Blue untuk langsung didaur ulang (recycle). Peserta dan panitia wajib menjaga kebersihan,” tegas Farhan.
Guna mendukung kelancaran kendaraan peserta dan warga, Pemkot Bandung menyediakan enam lokasi kantong parkir resmi:
-
Gedung Parkir Bandung Indah Plaza (BIP)
-
Kantor Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat (Jl. Wastukencana)
-
Parkiran Masjid Al-Ukhuwah
-
Dinas Kelautan Jawa Barat (Jl. Wastukencana)
-
BJB Syariah (Jl. Wastukencana)
-
Dinas Sumber Daya Manusia (Jl. Nias)
Pemkot Bandung mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mengantisipasi rekayasa lalu lintas tersebut dan menyesuaikan jadwal perjalanan pada akhir pekan.
(Redaksi)




