CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID — Warga Dusun Purwasari, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dibuat heboh oleh kemunculan seekor ular sanca kembang pada Senin (28/9/2026).
Ular sepanjang lebih dari satu meter dengan bobot sekitar dua kilogram tersebut sempat meneror pemilik rumah sebelum akhirnya masuk dan bersembunyi di dasar sumur milik Intan Prihatin (31).
Proses evakuasi berlangsung menegangkan saat petugas Damkar Pos WMK Banjarsari berupaya menjangkau keberadaan ular dari dalam lubang sumur. Berkat kesigapan petugas di lapangan, ular jenis reptil tersebut berhasil dievakuasi tanpa melukai siapa pun.
Kronologi Kagetkan Warga yang Hendak Memasak
Pemilik rumah, Intan Prihatin, menceritakan awal mula penemuan ular tersebut terjadi saat dirinya tengah bersiap memasak nasi di dapur. Kemunculan ular berukuran besar itu membuatnya panik dan ketakutan.
“Saya kaget dan takut sekali, Pak. Ularnya besar, jadi saya langsung minta tolong kepada petugas Damkar untuk mengevakuasi,” ungkap Intan usai proses evakuasi selesai.
Intan pun mengapresiasi respons cepat dan penanganan profesional jajaran Damkar Banjarsari yang langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan.
Damkar Imbau Warga Waspada Lilitan Sanca
Komandan Regu Piket Damkar Pos WMK Banjarsari, Icep Saepul Azhar, menjelaskan bahwa ular sanca kembang (Malayopython reticulatus) memang tidak memiliki bisa beracun. Namun, ukurannya yang besar tetap menyimpan potensi bahaya nyata bagi keselamatan manusia.
Beberapa hal yang perlu diwaspadai masyarakat terkait ular jenis ini antara lain:
-
Taring Tajam: Cengkraman gigitan dapat menyebabkan luka robek serius.
-
Kekuatan Lilitan: Mampu melumpuhkan dan meremukkan mangsanya dalam waktu singkat.
-
Risiko Kebocoran/Kontaminasi: Masuknya ular ke dalam sumber air bersih seperti sumur dapat mencemari sanitasi warga.
“Meski tidak berbisa, ular jenis ini tetap berbahaya karena memiliki taring dan lilitan yang kuat. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengeksekusi sendiri jika menemukan ular besar, melainkan segera melapor ke petugas Damkar,” imbau Icep. (MP/HD)




