Ciamis, mata-peristiwa.id – Jembatan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya berpotensi menjadi destinasi wisata. Sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melakukan kunjungan langsung ke Jembatan Cirahong pasca isu pungutan liar (pungli) beberapa hari lalu.
Dalam kunjungannya, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut berjanji akan melakukan penataan total di Jembatan Cirahong. Fokus utama penataan meliputi perbaikan bantalan jembatan serta pemasangan penerangan yang memadai guna menghapus kesan gelap, seram, dan semrawut yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
Pantauan di lapangan pada Minggu (12/04/2026), perubahan mulai terlihat. Rahmat Mulyadi (54), warga Tasikmalaya sekaligus pengguna jalan, mengaku sengaja datang bersama keluarga karena penasaran setelah melihat konten media sosial sang Gubernur.
Rahmat menilai, kondisi Cirahong saat ini terasa jauh berbeda–lebih rapi, tertib, dan tertata. Namun, ia memberikan masukan agar pemerintah daerah di kedua kabupaten maupun pemerintah desa setempat menangkap peluang ini dengan serius.
“Jembatan Cirahong ini sebenarnya adalah aset heritage yang sangat berharga. Jika ditata lebih rapi lagi, ini bisa menjadi destinasi wisata baru yang meningkatkan pendapatan bagi daerah. Lihat saja hari ini, pengunjung sangat ramai gara-gara viral,” tambahnya.
Nasib Penjaga Jembatan Cirahong di Tengah Pro-Kontra
Disinggung mengenai keberadaan warga yang berjaga di jembatan sebelum adanya penataan, Rahmat menjelaskan bahwa dari sudut pandang pengguna jalan, keberadaan mereka sebenarnya cukup membantu. Terutama saat malam hari ketika kondisi jembatan masih gelap dan banyak lubang.
“Pasti ada pro dan kontra terkait penjaga tersebut. Tapi setahu saya, mereka tidak pernah memaksa. Kalau kita lewat tidak kasih uang pun mereka tidak marah. Mereka membantu mengatur lalu lintas dua arah,” ungkapnya.
Rahmat berharap pemerintah memberikan solusi bijak bagi warga yang selama ini secara sukarela mengatur lalu lintas sebelum jembatan ditata rapi seperti sekarang.
“Mereka pun punya jasa sebelum Jembatan Cirahong ditata. Jadi, meskipun kondisinya menjadi pro dan kontra, saya harap tetap dicarikan solusi terbaik bagi mereka,” pungkasnya.


