Judul: Kidung Keadilan di Bumi Galuh
Terbit: mata-peristiwa.id
Fajar menyapa di kaki Gunung Sawal
Membasuh embun, memulai langkah awal
Dari rimbunnya jati hingga pesisir pantai
Kau susun aksara, agar kebenaran tak terurai
Kau bawa pena, menyuarakan jerit yang tak kasat mata
Bukan pangkat yang kau cari, bukan puja-puji
Tapi tegaknya hukum yang seringkali diuji
Kau tahu warisan leluhur adalah tentang kehormatan
Maka berkhianat pada rakyat adalah sebuah beban
Ooo… Jurnalis pejuang di Tatar Galuh
Menulis tanpa pamrih, bekerja tanpa mengeluh
Demi rakyat kecil kau berdiri paling depan
Tegakkan keadilan, lawan segala penindasan
Pena Galuhmu, adalah cahaya dalam kegelapan
Menerjang arus di tepian Citanduy
Saat nurani mulai digoda oleh rayuan yang mendayu
Kau ingat senyum petani, kau ingat tangis warga
Yang menggantungkan harap pada tiap berita berharga
Tak ada kata mundur dalam kamus pengabdian
Meski jalan yang kau tempuh penuh dengan duri cobaan
Manisnya gula aren tak semanis janji penguasa
Pahitnya kopi tak sepahit duka yang dirasa
Tapi kau ada di sana, mengungkap fakta yang tersirat
Agar Ciamis tetap teguh, bermartabat dan hebat
Ooo… Jurnalis pejuang di Tatar Galuh
Menulis tanpa pamrih, bekerja tanpa mengeluh
Demi rakyat kecil kau berdiri paling depan
Tegakkan keadilan, lawan segala penindasan
Pena Galuhmu, adalah cahaya dalam kegelapan
Teruslah berkarya, wahai penyambung lidah sesama…
Di tanah ksatria, biarlah namamu harum dalam sejarah…
Jurnalis sejati… Penjaga api keadilan…
Di Bumi Galuh, selamanya.












