SAMPIT, mata-peristiwa.id – Hingga berita ini diturunkan, manajemen PT Bumi Hutan Lestari (BHL) masih belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden terbakarnya satu unit armada bus sekolah yang mengangkut siswa SMA dari arah Koling menuju wilayah perusahaan. Bungkamnya pihak perusahaan semakin memicu tanda tanya besar di kalangan orang tua siswa dan masyarakat sekitar.
Berita sebelumnya berjudul:Â Bus Diduga Tidak Layak Jalan Antar Jemput Siswa SMA Terbakar di Jalur Koling-BHL, Para Pelajar Panik Berhamburan terbit Jumat (08/05/2026)
Kondisi Armada yang Memprihatinkan
Berdasarkan investigasi di lapangan dan kesaksian sejumlah warga, bus tersebut disinyalir memang sudah berada dalam kondisi “sekarat”. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa gangguan teknis pada bus tersebut bukan pertama kalinya terjadi.
“Sebenarnya warga sudah sering berbisik kalau bus itu tidak layak. Sering mogok dan suara mesinnya sudah kasar. Tapi mau bagaimana lagi? Perusahaan tetap menjalankan bus itu, dan kami tidak punya pilihan lain,” ujarnya dengan nada kecewa.
Terjepit di Antara Dua Pilihan
Kejadian ini mengungkap potret buram akses pendidikan di wilayah perkebunan. Di satu sisi, armada yang disediakan PT BHL dianggap sebagai “nyawa” bagi pendidikan anak-anak warga Koling. Tanpa bus tersebut, para siswa harus menempuh jarak puluhan kilometer yang nyaris mustahil dilakukan dengan berjalan kaki untuk mencapai sekolah di BHL.
Ketergantungan inilah yang membuat warga terpaksa tutup mata terhadap kondisi bus yang mengkhawatirkan, hingga akhirnya insiden kebakaran tersebut terjadi dan nyaris merenggut nyawa para siswa.
Tuntutan Evaluasi Total
Masyarakat kini mendesak pihak PT BHL tidak hanya sekadar mengganti bus yang terbakar, tetapi melakukan evaluasi total terhadap seluruh armada sekolah yang ada.
“Kami butuh bus, tapi kami lebih butuh keselamatan anak-anak kami. Jangan tunggu ada korban jiwa baru perusahaan bertindak. Kami minta bus yang benar-benar layak jalan, bukan bus sisa operasional yang dipaksakan,” tegas salah satu perwakilan orang tua murid.
Saat ini, sisa kerangka bus yang hangus masih berada di lokasi kejadian sebagai pengingat pahit akan lemahnya standar keselamatan transportasi bagi siswa di area tersebut. Pihak kepolisian setempat pun diharapkan segera melakukan penyelidikan apakah ada unsur kelalaian dalam pemeliharaan armada oleh pihak perusahaan.
Penulis: Ardianto
Editor: Redaksi












