Kabel Udara Bandung Mulai Diturunkan Hari Ini, Wali Kota Jamin Bebas ‘Blackout’ Internet

BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, resmi memulai program penurunan dan penataan kabel udara ke jaringan bawah tanah (ducting) per hari ini, Selasa (2/6/2026). Di tengah kekhawatiran publik mengenai potensi kelumpuhan jaringan telekomunikasi, Pemkot Bandung menjamin proses migrasi ini tidak akan mengganggu layanan internet masyarakat.

Proyek penataan infrastruktur telekomunikasi ini dijadwalkan berlangsung massal untuk tahap awal hingga Kamis, 18 Juni 2026, dengan mencakup 36 ruas jalan protokol.

Jaminan Wali Kota: Bebas Blackout Internet

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu cemas terhadap risiko putusnya koneksi digital selama proses eksekusi penertiban di lapangan.

“Saya jamin tidak akan ada blackout internet. Kami pastikan jaringan tetap berjalan dan layanan masyarakat tidak terganggu,” kata Muhammad Farhan, Selasa (2/6/2026).

Senada dengan Wali Kota, Direktur Utama PT Bandung Infra Investama (BII), Asep Wawan Dharmawan, menjelaskan bahwa infrastruktur pasif bawah tanah telah 100 persen siap. Komponen krusial seperti manhole, handhole, jaringan utama, hingga jalur akses sekunder telah terpasang dengan baik.

Dari total 29 perusahaan penyedia layanan internet (ISP) yang berkomitmen, sebanyak 13 ISP sudah siap bermigrasi penuh ke jaringan bawah tanah. Kapasitas yang aktif saat ini dipastikan sangat memadai untuk mengover seluruh beban jaringan sipil. “Jadi ketika kabel di atas dipotong, jaringan di bawah sudah siap sebagai alternatif,” jelas Asep.

Bacaan Lainnya

Pengamanan Sektor Publik dan Tim Siaga 24 Jam

Guna menjaga stabilitas pelayanan publik, PT BII telah melakukan koordinasi dan identifikasi kebutuhan jaringan pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) vital, antara lain:

    • Dinas Pendidikan (Disdik)
    • Dinas Kesehatan (Dinkes)
    • Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)
    • Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)

Sektor perbankan dan area komersial juga mendapat prioritas pengamanan konektivitas. Sebagai langkah mitigasi risiko, Pemkot Bandung menyiagakan tim teknis selama 24 jam penuh di lapangan untuk merespons cepat jika terjadi kendala teknis atau pemutusan sepihak.

Jadwal dan Lokasi Penataan Jaringan

Eksekusi pemotongan kabel udara dibagi ke dalam beberapa zona waktu:

    1. Tahap I (Awal) – Mulai 2 Juni hingga 18 Juni 2026 (36 Ruas Jalan): Titik fokus awal berada di Jalan Asia Afrika, Jalan Sunda, Jalan Tamblong, Jalan Veteran, Jalan Merdeka, dan Jalan Lembong.
    2. Tahap II – Mulai Juli 2026: Proyek akan diperluas dengan menyisir 13 ruas jalan tambahan di Kota Bandung.

Penjelasan dan Analisis Konseptual

Berikut adalah bedah aspek teknis dan tata kota terkait program penurunan kabel udara di Kota Bandung:

1. Konsep Ducting Bersama (Infrastruktur Pasif)

Sistem penataan yang digunakan oleh PT Bandung Infra Investama (BII) mengadopsi metode ducting bersama. Alih-alih setiap perusahaan internet menggali jalurnya sendiri-sendiri (yang merusak estetika trotoar), pemerintah menyediakan satu pipa utama bawah tanah yang besar. Di dalamnya terdapat ruang-ruang kompartemen yang disewakan kepada para ISP. Metode ini memangkas biaya operasional vendor dan melindungi kabel dari cuaca ekstrem atau risiko pohon tumbang.

2. Mekanisme Migrasi Tanpa Putus (Hot-Cutover)

Alasan mengapa internet dijamin tidak akan mati (blackout) saat kabel dipotong adalah penerapan teknik pengalihan hot-cutover. Tim teknis tidak langsung memotong kabel di tiang udara. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengaktifkan jalur baru di bawah tanah dan mengalirkan data melalui jalur tersebut. Setelah lalu lintas data terbukti stabil dan berpindah ke bawah tanah, barulah kabel lama yang menggantung di tiang udara dipotong dan dibersihkan.

3. Dampak Estetika Kota dan Keselamatan (Urban Visual Clutter)

Kabel udara yang menjuntai tidak teratur sering disebut sebagai visual pollution (polusi visual) yang merusak lanskap cagar budaya Kota Bandung, terutama di area historis seperti Jalan Asia Afrika. Selain masalah keindahan, penataan ini meminimalisasi risiko kecelakaan fatal, seperti kabel menjuntai yang menjerat pengendara motor atau korsleting listrik akibat gesekan kabel internet dengan kabel tegangan tinggi milik PLN.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *