BALI, MATA-PERISTIWA.ID — Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menangkap gembong kartel narkoba asal Australia, Angelo Pandeli, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Buronan internasional yang terafiliasi dengan geng motor Hells Angels ini diringkus saat mencoba kabur menggunakan jet pribadi menuju Mozambik.
Penangkapan pada Minggu (7/6/2026) tersebut merupakan hasil operasi gabungan (joint operation) antara Polri, pihak Imigrasi, dan Bea Cukai. Petugas mendeteksi keberadaan pelaku setelah menerima informasi intelijen dari Australian Federal Police (AFP) dan Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat.
“Penangkapan ini menunjukkan komitmen kuat aparat penegak hukum Indonesia dalam mendukung kerja sama internasional untuk memberantas kejahatan narkotika lintas negara,” ujar Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, Kamis (11/6/2026).
Bersembunyi di Toilet Jet Pribadi
Saat proses pemeriksaan pesawat CAPA JET berlangsung di Terminal Selatan VIP, buronan tersebut sempat mencoba mengelabui petugas dengan bersembunyi di dalam toilet pesawat. Selain itu, ia juga menggunakan paspor dan dokumen palsu dengan identitas sebagai warga negara Brasil bernama George Anderson Mota Correia.
Namun, hasil pemindaian sistem menunjukkan tingkat kecocokan sidik jari dan wajah pelaku mencapai 100 persen dengan data Interpol Blue Notice atas nama Angelo Pandeli.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti penting:
- Beberapa paspor dengan identitas berbeda.
- Telepon genggam dan sejumlah kartu SIM.
- Kartu identitas dan kartu perbankan.
- Uang tunai sebesar 600 dolar Amerika Serikat.
Bos Penyelundup Prekursor Narkoba
Berdasarkan data kepolisian internasional, Angelo Pandeli merupakan salah satu tokoh kejahatan terorganisir lintas negara yang paling dicari. Ia diduga kuat mengendalikan jaringan penyelundupan skala besar dan pasokan bahan baku (prekursor) narkotika ke Australia.
Saat ini, penyidik Bareskrim Polri masih melakukan pendalaman terhadap seluruh barang bukti elektronik dan dokumen perjalanan pelaku. Polri juga terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Australia terkait proses penegakan hukum dan status hukum lanjutan bagi sang bos kartel.








