Mengenang Dedik Susanto, Doa 100 Hari Pendiri DPW Paser Wong Bodho Satukan Keluarga Besar dan Warga

Gresik, mata-perustiwa.id- Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara doa bersama memperingati 100 hari wafatnya pendiri sekaligus Ketua pertama DPW Paser Wong Bodho, almarhum Dedik Susanto.

Kegiatan digelar di Gang Punggawan 6 No. 15, Ketek, Desa Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Senin (27/7/2026) pukul 19.30 WIB.

Acara tersebut dihadiri keluarga besar almarhum, jajaran pengurus DPC Paser Wong Bodho Kabupaten Gresik, anggota, serta masyarakat dari berbagai kalangan. Kehadiran mereka menjadi bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan.

Perwakilan keluarga almarhum, Prayetno, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme seluruh tamu yang hadir tanpa memandang latar belakang.

“Alhamdulillah, dulur-dulur Paser Wong Bodho semuanya hadir. Dari berbagai golongan juga ikut datang. Kami sangat bersyukur atas kebersamaan ini,” ujarnya.

Prayetno berharap semangat kebersamaan yang telah ditanamkan almarhum tetap menjadi pegangan bagi seluruh anggota dan masyarakat.

“Semoga warga semakin erat persaudaraannya. Walaupun almarhum sudah tidak bersama kita, kami berharap Paser Wong Bodho semakin sukses, semakin guyub, penuh welas asih, dan terus menjaga kebersamaan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC Paser Wong Bodho Kabupaten Gresik, Gito, mengatakan kehadiran seluruh anggota dalam doa bersama merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum Dedik Susanto yang dinilai memiliki jasa besar dalam membangun organisasi.

Bacaan Lainnya

“Hari ini kami menghadiri kirim doa bersama dalam rangka 100 hari wafatnya Ketua DPW pertama kami, almarhum Dedik Susanto. Seluruh anggota hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa,” kata Gito.

Ia menegaskan, nilai-nilai persaudaraan, kekompakan, dan gotong royong yang diwariskan almarhum harus terus dijaga sebagai fondasi organisasi.

“Ke depan kami berharap Paser Wong Bodho Kabupaten Gresik memiliki karakter yang solid, mampu menjaga kerukunan, serta selalu kompak. Prinsipnya, susah bersama, senang bersama, sehingga organisasi ini semakin kuat dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Doa bersama berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi momentum memperkuat silaturahmi, memperkokoh solidaritas, serta meneguhkan komitmen seluruh keluarga besar Paser Wong Bodho untuk terus menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan almarhum Dedik Susanto.

Penulis: Et
Editor: Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *