SEMARANG, MATA-PERISTIWA.ID – Sebuah armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang menabrak rumah seorang aktivis di Kecamatan Mijen. Insiden kecelakaan tunggal ini memicu kemacetan parah dan keprihatinan publik terkait kelaikan armada operasional menuju TPA Jatibarang.
Kecelakaan terjadi di Jalan Untung Suropati, Kampung Bambankerep RT 04 RW 04, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, pada Minggu sore (14/6/2026).
Peristiwa ini melibatkan truk sampah berpelat nomor H 8356 XA yang dikemudikan oleh Miko Ino.
Truk yang diduga mengalami rem blong tersebut kehilangan kendali. Kendaraan berat ini kemudian menghantam keras benteng pagar milik Musriyanto, S.H., Korban merupakan anggota Feradi WPI (Organisasi Advokat dan Paralegal Kota Semarang) sekaligus pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Akhir Indonesia (YLKAI).
Sinergi Jurnalis dan Lurah Urai Kemacetan
Proses evakuasi armada bermuatan penuh tersebut awalnya berjalan lambat. Akibatnya, terjadi penyumbatan parah di kedua ruas jalan utama.
Melihat antrean kendaraan yang mulai mengular, jurnalis di lokasi langsung menghubungi Lurah Bambankerep, Agung Susilo. Langkah ini diambil agar situasi mendapatkan penanganan cepat dari dinas terkait.
Mendapat laporan warga, Agung Susilo langsung berkoordinasi dengan UPTD TPA Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang. Pihak dinas kemudian menerjunkan alat berat ke lokasi kejadian untuk menarik truk sampah tersebut. Langkah taktis ini berhasil mengurai kemacetan sehingga arus lalu lintas kembali normal.
Korban Sayangkan Minimnya Itikad Baik DLH
Meski jalur evakuasi telah selesai, pemilik rumah menyayangkan sikap pengelola armada.
Hingga Selasa (16/6/2026), belum ada perwakilan TPA Jatibarang maupun DLH Kota Semarang yang datang menemui keluarga korban.
Dampak serudukan truk tersebut tidak hanya merubuhkan pagar beton. Insiden ini juga merusak sejumlah fasilitas vital milik korban, antara lain:
- Krisis Air Bersih: Tower penampungan air pecah total tertimpa reruntuhan material bata.
- Pencemaran Lingkungan: Muatan sampah tumpah ke selokan warga dan belum dibersihkan.
- Fasilitas Keamanan Rusak: Perangkat kamera pengawas (CCTV) di area luar rumah hancur total.
“Kami menunggu itikad baik dari pengelola TPA Jatibarang di bawah DLH Kota Semarang. Sejak kejadian Minggu sore sampai Selasa ini, belum ada yang datang bersilaturahmi,” ungkap Musriyanto kepada tim Mata-Peristiwa.id.
Korban mendesak agar kerugian ini segera dipulihkan seperti semula. “Kami sangat dirugikan karena tidak bisa mengakses air bersih, ditambah lagi CCTV rusak,” tegasnya.
Warga Desak Audit Kelaikan Armada Sampah
Insiden ini memantik kekhawatiran mendalam bagi warga Bambankerep dan para pengguna jalan. Mengingat kejadian serupa kerap terulang, masyarakat bersama korban mendesak Pemerintah Kota Semarang mengambil tindakan preventif yang tegas.
Masyarakat menuntut DLH Kota Semarang melakukan audit total dan pemeriksaan kelaikan jalan (ramp check) secara berkala terhadap seluruh armada sampah.
Hal ini penting untuk memastikan fungsi pengereman kendaraan berat dalam kondisi optimal demi menjaga keselamatan publik di sepanjang jalur TPA Jatibarang. ***








