CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Musim kemarau yang melanda wilayah Kabupaten Ciamis mulai berdampak pada kesulitan air bersih bagi warga. Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis bergerak cepat dengan menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Panamun, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari, Kamis (2/7/2026).
Kekeringan meteorologis yang mulai terasa sejak 12 Juni 2026 ini menyebabkan sumur warga dan aliran sungai di wilayah tersebut mengalami kekeringan total akibat minimnya curah hujan.
Dampak Kekeringan bagi Ratusan Warga
Berdasarkan data asesmen BPBD, krisis air bersih ini berdampak pada 140 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 429 jiwa yang tersebar di RT 26 dan RT 27 RW 7 Dusun Panamun.
Sebelum adanya bantuan ini, warga terpaksa harus menempuh perjalanan menuju perbatasan Desa Kawasen dan Desa Cibadak untuk mendapatkan air dari sumur umum yang debitnya sudah sangat menipis karena diperebutkan banyak orang.
Langkah Cepat BPBD Kabupaten Ciamis
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.
“BPBD Kabupaten Ciamis langsung melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk melaksanakan asesmen serta menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan,” ujar Ani Supiani.
Untuk memastikan efektivitas distribusi, BPBD telah menyiapkan langkah strategis:
-
Penyaluran Air Bersih: Satu tangki air berkapasitas 5.000 liter telah disalurkan dan dipusatkan di titik distribusi utama.
-
Penyediaan Penampungan: Pembangunan kolam terpal dilakukan di lokasi agar distribusi air selanjutnya lebih efisien dan memudahkan warga dalam mengakses kebutuhan air bersih.
Imbauan Pemerintah kepada Masyarakat
BPBD Kabupaten Ciamis berkomitmen untuk terus memantau perkembangan wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan. Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melapor jika wilayahnya mulai mengalami kesulitan air bersih agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Kami terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan. Apabila ada wilayah lain yang mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih, segera laporkan kepada BPBD agar dapat segera kami tindak lanjuti,” pungkas Ani.
Langkah responsif dari BPBD ini diharapkan dapat meringankan beban warga Dusun Panamun dalam memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga selama masa kemarau panjang berlangsung. (HD)





