SUMEDANG, MATA-PERISTIWA.ID – Kebiasaan menggulir layar ponsel pintar (scrolling) sebelum tidur telah menjadi rutinitas malam bagi sebagian besar masyarakat modern. Tanpa disadari, paparan layar gawai menjelang waktu istirahat memberikan dampak signifikan terhadap kinerja dan fungsi biologis otak.
Padahal, tidur berkualitas merupakan fase krusial bagi tubuh untuk melakukan regenerasi sel dan pemulihan stamina. Kebiasaan menatap layar HP justru memicu serangkaian gangguan sistem saraf dan pola tidur.
Sejumlah riset kesehatan dan studi ilmiah mengungkapkan empat dampak utama kebiasaan scrolling HP sebelum tidur terhadap kinerja otak:
1. Otak Tertipu Sinyal Jam Biologis (Sistem Sirkadian)
Cahaya gelombang pendek (blue light) dari layar gawai ditangkap oleh sel peka cahaya di mata, lalu dikirimkan ke pengatur jam biologis di otak. Paparan cahaya ini menipu otak seolah-olah hari masih siang, sehingga menunda fase persiapan tidur alami tubuh.
2. Produksi Hormon Melatonin Tertekan
Berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), paparan cahaya gawai secara signifikan menekan sekresi hormon melatonin—hormon utama pemicu rasa kantuk. Akibatnya, sinyal tidur menuju otak mengalami penundaan drastis.
3. Otak Mengalami Cognitive Arousal (Kondisi Terjaga)
Studi dalam Journal of Adolescence menunjukkan bahwa paparan informasi dan media sosial pada malam hari memicu cognitive arousal atau peningkatan keterjagaan mental. Kondisi ini membuat pikiran tetap aktif berproses, sehingga tubuh membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk bisa tertidur lelap.
4. Hilangnya Waktu Regenerasi Sel Otak
Dampak kumulatif dari tertundanya jam tidur adalah berkurangnya durasi tidur secara keseluruhan. Kurangnya waktu istirahat memangkas kesempatan sel-sel otak untuk melakukan regenerasi optimal, yang berpotensi menurunkan konsentrasi dan daya ingat di kemudian hari.
Para ahli mengimbau masyarakat untuk menghentikan penggunaan gawai setidaknya 30 hingga 60 menit sebelum tidur demi menjaga kesehatan otak dan kualitas hidup yang lebih baik.
(Redaksi)




