Aktivis Cilograng Geram, Proyek Jalan Nasional Bayah-Cibareno Diduga Siluman

LEBAK, MATA-PERISTIWA. ID – Buntut dari pemberitaan dugaan proyek siluman perbaikan jalan nasional Bayah-Cibareno di Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, mendapat tanggapan keras dari aktivis Cilograng, Riki Firmansyah.

Riki menilai, proyek perbaikan jalan nasional yang dibongkar lalu dibiarkan terbengkalai tanpa papan informasi dan tanpa pengaman penghalang yang layak itu adalah bentuk pembangkangan terhadap prinsip transparansi dan keselamatan publik.

“Saya sudah lihat langsung dan baca beritanya. Ini sangat miris. Jalan nasional yang vital dibongkar, dibiarkan menganga di tikungan dekat RSUD, tapi tidak ada papan informasi. Ini jelas diduga proyek siluman. Ada apa? Kenapa harus ditutup-tutupi?” tegas Riki Firmansyah kepada awak media, Minggu (4/10/2026).

Menurut Riki, ada dua pelanggaran fatal yang dilakukan pelaksana proyek.

Pertama, Pelanggaran Transparansi. Sesuai UU KIP No 14 Tahun 2008, setiap proyek yang menggunakan uang negara wajib transparan. Publik berhak tahu berapa anggarannya, siapa kontraktornya, dan berapa lama pengerjaannya.

Kedua, Pelanggaran Fatal Keselamatan. Galian dalam yang dibiarkan di tikungan tanpa barrier beton dan tanpa petugas pengatur lalu lintas adalah bom waktu yang bisa memakan korban jiwa.

“Ini bukan soal estetika, ini soal nyawa. Jangan tunggu ada korban jatuh ke dalam galian baru bertindak. Kontraktornya abai, pengawasnya kemana? BPJN Banten harus turun,” tambahnya.

Riki mendesak 3 poin:

Bacaan Lainnya

1. Agar proyek jalan segera dikerjakan dan tidak dibiarkan terbengkalai seperti itu.

2. Papan informasi proyek wajib segera dipasang untuk keterbukaan publik.

3. Pengamanan penghalang pelindung yang standar harus segera dipasang di lokasi jalan yang sudah dibongkar untuk keselamatan pengguna jalan.

Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan, pihaknya bersama masyarakat Cilograng akan melayangkan surat resmi dan menggelar aksi ke BPJN Banten dan ke Balai Pelaksanaan Jalan Nasional untuk meminta audit dan evaluasi terhadap kontraktor tersebut.

“Kami bukan anti pembangunan, kami mendukung perbaikan jalan. Tapi caranya harus benar, transparan dan mengutamakan keselamatan warga. Jangan seperti ini,” pungkasnya.

Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, awak media online Mata- Peristiwa.id, masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PPK dan kontraktor pelaksana perbaikan Jalan Nasional Bayah-Cibareno, terkait tidak adanya papan informasi dan terbengkalainya proyek tersebut.

Penulis: M. Uki

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *