Indramayu,matapersitiwa.id -Pemerintah desa Sudimampir Lor menggelar kegiatan pengubinan padi dengan waktu hari berbeda, sebagai upaya mengetahui secara langsung potensi hasil panen di wilayah pertaniannyaml.
Kegiatan ini melibatkan perangkat desa Sudimampir lor, Camat Balongan, Sekmat Balongan, UPTD Pertanian Indramayu, BPP Balongan, UPI Rencana, BBWS Cisanggarung KTNA Kecamatan Balongan, Kelompok tani serta para petani setempat di lahan persawahan yang sedang memasuki masa panen musim pertama (rendeng)
Kepala desa Sudimampir Lor Ade Nanto menyampaikan bahwa pengubinan ini penting untuk mengukur produktivitas tanaman padi secara akurat. Dengan data tersebut, pemerintah desa dapat melakukan evaluasi sekaligus merumuskan langkah ke depan guna meningkatkan hasil pertanian.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, hasil panen petani bisa lebih baik dari sebelumnya. Selain itu, ini juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pertanian di desa,” ucapnya pada Rabu (06/05/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Camat Balongan Ade Sukma Wibowo mengatakan bahwa kegiatan pengubinan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas produksi pertanian. Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah pemerintah desa yang aktif menggandeng UPTD Pertanian dalam memberikan pendampingan kepada petani.
“Mari terus tingkatkan hasil produktivitas hasil pertanian, Indramayu adalah lumbung penghasilan padi terbanyak dan menjadi lumbung nasional di nusantara, kita pun harus terus mendukung program-program bupati Indramayu Lucky Hakim denga. Sologan (Reang)”, Imbuhnya.
Sementara itu, perwakilan UPTD Pertanian Indramayu Lia Fitriani menambahkan bahwa hasil dari pengubinan ini nantinya akan dianalisis guna mengetahui tingkat produktivitas serta faktor-faktor yang mempengaruhi hasil panen, seperti penggunaan pupuk, varietas padi, hingga kondisi lahan.
“Kami Himbau kepada seluruh petani khususnya di kecamatan Balongan agar segera melakukan pembenihan kembali untuk tanam berikutnya (Sadon) dikarenakan tahun ini kita akan menghadapi fenomena El Nino yang berdampak terhadap lahan pertanian dengan musim kemarau yang panjang khususnya di wilayah Jawa Barat menurut BMKG pekan lalu”, Sambungnya.
Pemerintah desa berharap melalui kegiatan ini para petani dapat terus meningkatkan hasil produksi serta menerapkan teknik pertanian yang lebih efektif dan efisien di musim tanam berikutnya.
Para petani menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan gambaran nyata terkait hasil produksi yang dicapai. Diharapkan, sinergi antara pemerintah desa dan petani terus terjalin guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. (Tim)












