Hidayatul Muslimah Hadiri Sedekah Bumi Dusun Kembangan, Ajak Warga Selalu Bersyukur dan Jaga Kerukunan

GRESIK, mataperistiwa.id – Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kebomas, Hidayatul Muslimah, S.K.M., M.M., M.Kes., menghadiri kegiatan Sedekah Bumi di Dusun Kembangan yang berlangsung di Pendopo RW 01 Kec.Kebomas Kab.Gresik.

Dalam sambutannya, Hidayatul Muslimah menyampaikan ” Permohonan maaf karena Camat Kebomas berhalangan hadir sehingga diwakili oleh pihak kecamatan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan yang diberikan Allah SWT, serta mendoakan warga yang sedang sakit agar segera diberi kesembuhan.

“Kita patut bersyukur atas segala nikmat yang diberikan, sehat bagi yang sehat, kesembuhan bagi yang sakit, serta kemudahan rezeki dan kelancaran bagi yang memiliki hutang agar segera lunas,” ujarnya.Pukul 09.07 wib.

Acara dihadiri langsung Danang Swantara ST Anggota Dewan Gerindra, Hidayatul Muslimah SKM.MM.M.Kes Sekcam Kebomas beserta staf , Aipda Jemmy Polsek Kebomas beserta anggota , Serda Eddy S. Koramil Kebomas beserta anggota , Ngadimin Kepala Desa Kembangan beserta Perangkat, BPD , RT / RW , Tamu Undangan.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, tradisi Sedekah Bumi di Dusun Kembangan menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil bumi dan kemakmuran desa. Menurutnya, Dusun Kembangan khususnya RW 01 dikenal sebagai wilayah yang masyarakatnya guyub, rukun, dan sejahtera.

“Semoga dengan sedekah bumi ini, keberkahan terus dilimpahkan kepada masyarakat Dusun Kembangan. Apa yang disedekahkan hari ini akan dibalas berlipat ganda,” tuturnya.

Kegiatan ini tasyakuran Sedekah Bumi Dusun Kembangan dengan tema ” Bersatu Dalam Tradisi , Kuat Dalam Kebersamaan ” dan diiringi oleh Banjari ” Suryo Kembang ” oleh Remaja Masjid RW 01dan diakhiri dengan moidoh khasanah oleh KH.Moh.Qosim M.Si sambil berbagi doorprize ke warga serta doa penutup acara tasyakuran .

Di akhir sambutan, Hidayatul Muslimah juga menyampaikan terima kasih kepada panitia, pengurus RW 01, serta seluruh masyarakat yang telah menjaga tradisi budaya dan kebersamaan. Ia turut memohon maaf apabila dalam penyampaian terdapat kekurangan maupun kata-kata yang kurang berkenan.

Et/Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *