Nekat Loncat dari Jembatan Cirahong, Lansia Asal Tasikmalaya Ditemukan Tewas di Sungai Citanduy

MATA-PERISTIWA.ID, CIAMIS — Tim Search And Rescue (SAR) gabungan akhirnya berhasil menemukan seorang pria lanjut usia (lansia) yang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Citanduy, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Korban ditemukan pada Sabtu (23/05/2026) siang dalam keadaan meninggal dunia setelah sehari sebelumnya nekat loncat dari atas Jembatan Cirahong.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengonfirmasi bahwa jasad korban ditemukan tidak jauh dari titik awal lokasi tenggelam. Petugas langsung mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dr. Soekardjo,” kata Ani.

Kronologi Kejadian di Jembatan Cirahong

Berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui bernama Wiwie (68), seorang warga Kota Tasikmalaya. Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, insiden tragis ini bermula ketika korban tiba-tiba meloncat dari atas Jembatan Cirahong ke arah sungai pada Jumat (22/05) pagi. Tubuh korban seketika terhempas dan langsung hilang terseret arus Sungai Citanduy.

“Korban diduga terjun dari atas Jembatan Cirahong, Sungai Citanduy,” jelas Ani menambahkan.

Mendapat laporan tersebut, BPBD Kabupaten Ciamis bersama unsur tim SAR lainnya langsung bergerak cepat mendirikan posko dan memulai operasi pencarian darurat dengan menyusuri arus sungai.

Bacaan Lainnya

Sinergitas Puluhan Personel Gabungan

Operasi kemanusiaan ini melibatkan puluhan personel dari berbagai satuan lintas wilayah, di antaranya:

    • Pos SAR Tasikmalaya
    • BPBD Kabupaten Ciamis
    • BPBD Kota Tasikmalaya
    • BPBD Kabupaten Tasikmalaya
    • Unsur TNI dan Polri
    • PMI dan Tagana
    • RAPI serta aparatur pemerintah setempat
    • Sukarelawan dan masyarakat sekitar

Seluruh personel SAR gabungan tersebut disebar secara taktis melalui dua jalur utama, yakni penyisiran perairan menggunakan perahu karet dan penyisiran visual melalui jalur darat di sepanjang bantaran sungai.

Setelah jasad korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya, operasi SAR secara resmi dinyatakan ditutup. Seluruh satuan dan unsur sukarelawan yang terlibat ditarik mundur untuk kembali ke kesatuan masing-masing. (HD)***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *