KAB. BANDUNG BARAT, mata-peristiwa.id – Siswa SMAN 1 Padalarang mengikuti simulasi kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah sebagai bagian dari peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana yang dilaksanakan rutin setiap tahun.
Dalam simulasi tersebut, ratusan siswa mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi, mulai dari evakuasi, penanganan korban, hingga koordinasi antar-tim di lapangan, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini melibatkan seluruh ekstrakurikuler yang berperan sebagai aktor dalam skenario kebencanaan.
Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina menjelaskan, kegiatan ini menjadi upaya konkret sekolah dalam membangun kesiapsiagaan siswa, mengingat wilayah Padalarang berada di kawasan rawan gempa.
“Wilayah kami berada di antara sesar Lembang dan Cimandiri sehingga kesiapsiagaan menjadi hal yang sangat penting. Anak-anak harus siap menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Ia menambahkan, simulasi ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun refleks cepat siswa dalam menghadapi kondisi genting. “Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun sebagai pengingat agar siswa tidak panik dan bisa bertindak cepat saat terjadi bencana, baik di sekolah maupun di rumah,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, sekolah turut menggandeng BPBD Kabupaten Bandung Barat untuk memberikan edukasi langsung kepada siswa terkait prosedur penanganan bencana yang tepat.
Tak hanya itu, seluruh ekstrakurikuler di SMAN 1 Padalarang diberdayakan dalam simulasi tersebut, mulai dari Pramuka, Himpunan Siswa Pecinta Alam (HISPALA), PMR, hingga ekskul lainnya.
“Ada 21 ekstrakurikuler aktif yang kami libatkan. Mereka berperan dalam simulasi sehingga ini menjadi miniatur dari kondisi nyata yang bisa mereka hadapi,” jelas Lina.
Menurutnya, keterlibatan ekskul juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter, terutama dalam membangun kepemimpinan dan kepedulian sosial siswa. “Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya siap secara individu, tetapi juga bisa menjadi duta edukasi kesiapsiagaan bencana di masyarakat,” tambahnya.
Selain simulasi kebencanaan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan edukasi bahaya narkoba bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat untuk mendukung program Bersih dari Narkoba (Bersinar).
Dengan berbagai rangkaian kegiatan tersebut, sekolah menegaskan komitmennya dalam membentuk siswa yang tangguh, sigap, dan berkarakter dalam menghadapi berbagai situasi darurat. ***HD***






