PANGURURAN (samosir), SUMUT || mata-peristiwa.id – Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Kecamatan Pangururan mengeluarkan surat imbauan resmi menjelang pergelaran kompetisi lari lintas alam (trail run) berskala internasional, Trail of The Kings Lake Toba by UTMB.
Event bergengsi yang menjadi bagian dari UTMB World Series pertama di Indonesia ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 12 hingga 14 Juni 2026, dengan pusat kegiatan di Waterfront City Pangururan.
Surat imbauan bernomor resmi tersebut ditandatangani langsung oleh Camat Pangururan, Robintang E. Naibaho, pada Kamis (11/6/2026).
Imbauan ini ditujukan khusus kepada seluruh warga di empat desa dan dua kelurahan, yaitu Desa Pardomuan 1, Desa Hutatinggi, Desa Tanjung Bunga, Desa Parsaoran 1, Kelurahan Pasar Pangururan, dan Kelurahan Siogung-ogung.
Sebagai informasi, ajang sport tourism internasional ini bukan sekadar perlombaan lari biasa, melainkan sebuah kompetisi yang memadukan tantangan fisik dengan keindahan alam serta sejarah budaya suku Batak.
Para pelari dari berbagai belahan dunia akan berkompetisi melintasi kaldera gunung api purba terbesar di dunia.
Nama “Trail of The Kings” sendiri diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap jejak sejarah para raja Batak terdahulu yang membuka jalur pemukiman di kawasan perbukitan dan hutan Samosir.
Event ini melombakan berbagai kategori jarak mulai dari Kids, 5K, 10K, hingga kategori ultra-distance 28K (King’s Ascent), 60K (Ultimate Expedition), dan 100K (Caldera Crown).
Rute-rute ekstrem tersebut dirancang melintasi ikon-ikon magis Samosir, mulai dari tepian Danau Toba, Danau Sidihoni (danau di atas danau), kawasan Air Terjun Naisogop, hingga menaklukkan kemegahan puncak sakral Gunung Pusuk Buhit.
Demi menjaga kelancaran, keamanan, dan kesuksesan jalannya acara internasional yang membawa nama baik Indonesia di mata dunia ini, pihak kecamatan meminta partisipasi aktif masyarakat melalui empat poin penting. Poin pertama, warga diminta untuk mengawasi dan menertibkan hewan peliharaan maupun ternak seperti kerbau, anjing, dan sejenisnya, baik sebelum maupun selama kegiatan berlangsung guna menghindari gangguan atau bahaya di jalur pelintasan para peserta.
Poin kedua, masyarakat diharapkan aktif menjaga kebersihan di lingkungan tempat tinggal masing-masing agar memberikan kesan asri bagi para atlet, official, dan wisatawan mancanegara maupun domestik.
Selanjutnya pada poin ketiga, untuk menjaga kualitas udara bebas asap dan menghindari risiko kebakaran, warga dilarang keras melakukan pembakaran sampah maupun lahan selama event berlangsung.
Terakhir pada poin keempat, masyarakat diimbau menyambut para peserta dan pengunjung dengan keramahan khas daerah melalui budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) demi menjaga citra positif pariwisata Samosir dan memajukan perekonomian lokal melalui sektor UMKM yang ikut dipamerkan selama event.
Camat Pangururan, Robintang E. Naibaho, menegaskan dalam penutup suratnya bahwa imbauan ini disampaikan untuk dilaksanakan bersama, dan menyampaikan terima kasih atas kesediaan serta kerja sama dari seluruh elemen masyarakat.
Surat imbauan ini juga telah ditembuskan kepada Bupati/Wakil Bupati Samosir sebagai laporan, serta kepada para Kepala Desa dan Lurah terkait untuk segera disebarluaskan dan dimonitor langsung di lapangan selama acara berlangsung. ***









Mantap