JAKARTA, mata-peristiwa.id – Ribuan massa buruh dari berbagai federasi dan serikat pekerja memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026). Aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun ini berlangsung tertib namun penuh semangat, membawa aspirasi besar terkait kesejahteraan di tengah tantangan ekonomi digital dan kecerdasan buatan.
Dalam orasi yang disampaikan di atas mobil komando, para pimpinan buruh menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum titik balik perlindungan pekerja. Mereka membawa “Tujuh Tuntutan Utama” yang menjadi kerangka perjuangan kaum buruh tahun ini.
Tuntutan Demo Hari Buruh
Dalam gerakan ini, terdapat tujuh isu yang disuarakan para buruh, yaitu:
- Sahkan UU Ketenagakerjaan yang baru
- HOSTUM: Hapus Outsourcing Tolak Upah Murah
- Ancaman PHK di depan mata akibat perang dan impor mobil
- Reformasi pajak: hapus pajak THR, bonus tahunan, JHT, dan pensiun
- Sahkan RUU Perampasan Aset
- Ratifikasi konvensi ILO No. 190
- Turunkan potongan tarif Ojol menjadi 10%
Perwakilan buruh menyatakan bahwa tujuh tuntutan ini telah diserahkan secara resmi melalui naskah petisi kepada pihak Istana dan perwakilan DPR RI.
Aksi yang berlangsung hingga sore hari tersebut dikawal ketat oleh aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, massa mulai membubarkan diri dengan tertib sembari memungut sampah di sekitar area aksi, menunjukkan wajah buruh Indonesia yang semakin dewasa dalam berdemokrasi.
Reporter: Tim Liputan Lapangan
Editor: Redaksi mata-peristiwa.id
#MataPeristiwa #MataPeristiwaID #MayDay2026 #HariBuruh2026 #BuruhBersatu #TuntutanBuruh #MonasHariIni #BeritaJakarta #InfoPekerja #KesejahteraanRakyat












