Menhut Tegaskan Geopolitik Global Tak Boleh Hambat Perlindungan Paru-Paru Dunia

Menhut Tegaskan Geopolitik Global Tak Boleh Hambat Perlindungan Paru-Paru Dunia

Jakarta, mata-peristiwa.id – Pemerintah Indonesia secara tegas mendorong penguatan solidaritas global dan aksi kolektif dalam upaya perlindungan hutan dunia. Seruan ini disampaikan oleh Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni, dalam rangkaian Sidang ke-21 Forum Kehutanan Persatuan Bangsa-Bangsa (United Nations Forum on Forests/UNFF21) yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat.

Dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (14/5), Menhut menekankan bahwa keberlangsungan hutan adalah tanggung jawab bersama yang melampaui kepentingan nasional semata.

Menhut Raja Juli Antoni mengingatkan komunitas internasional bahwa ketegangan geopolitik global saat ini tidak boleh menjadi alasan untuk melemahkan langkah dalam menghadapi krisis iklim. Menurutnya, tantangan lingkungan yang semakin berat menuntut pendekatan global yang jauh lebih solid dan terpadu.

“Kita membutuhkan solidaritas yang semakin kuat serta aksi kolektif yang nyata untuk memastikan keberlangsungan hutan bagi generasi mendatang. Melindungi hutan dunia di tengah lanskap geopolitik yang kompleks saat ini memerlukan pembaruan semangat multilateralisme,” tegas Raja Antoni.

Lebih lanjut, Menhut mengajak seluruh negara anggota PBB untuk melihat hutan secara universal, melampaui sekat-sekat administratif maupun politik. Ia menekankan bahwa para rimbawan di seluruh dunia harus tetap teguh dan fokus pada misi utama mereka sebagai penjaga paru-paru dunia.

Beberapa poin utama yang ditekankan Menhut dalam forum tersebut meliputi:

  • Kemitraan Multipihak: Memperkuat kerja sama internasional sebagai satu-satunya jalan untuk memobilisasi dukungan teknis dan finansial.
  • Investasi Berkelanjutan: Mendorong investasi yang lebih besar dalam pengelolaan hutan berkelanjutan (sustainable forest management) di seluruh dunia.
  • Fokus Krisis Iklim: Menjadikan perlindungan hutan sebagai prioritas utama guna meredam dampak perubahan iklim global.

Menutup pernyataannya, Raja Juli Antoni menegaskan bahwa komitmen terhadap kelestarian alam dan perlindungan keanekaragaman hayati harus berada di atas perbedaan politik antarnegara. Hal ini krusial demi mewujudkan masa depan bumi yang lebih hijau dan inklusif.

“Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh negara anggota PBB bahwa di tengah segala perbedaan yang ada, komitmen terhadap kelestarian alam harus tetap menjadi prioritas bersama demi masa depan bumi,” pungkasnya.

Bacaan Lainnya

HD****\

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *