Peluh Terbayar, Haru Mengalir di Ujung Pengabdian TMMD 128 Kodim Bangkalan

Bangkalan, mata-peristiwa.id – Di sebuah rumah sederhana yang kini tampak bersih dan kokoh di Desa Gelis Dajah, Kecamatan Konang, Rabu (20/5/2026), cerita tentang harapan dan ketulusan menemukan ujungnya. Rumah milik Bapak Anis dan Ibu Mariti yang dahulu jauh dari kata layak, kini berdiri sebagai simbol perubahan. Di sanalah, Satgas TMMD bersama masyarakat menutup rangkaian pengabdian dengan penuh rasa haru.

Hari itu bukan lagi soal membangun dinding atau memasang atap. Pekerjaan finishing menjadi sentuhan terakhir yang sarat makna—membersihkan setiap sudut rumah, merapikan perabotan, hingga memastikan semuanya kembali pada tempatnya. Tangan-tangan yang sebelumnya memegang alat bangunan, kini dengan telaten menyusun barang milik pemilik rumah, seolah ingin memastikan kenyamanan itu benar-benar sempurna.

Di dalam rumah, suasana terasa hangat dan akrab. Anggota Satgas duduk bersama Bapak Anis, berbincang ringan namun penuh arti. Tak ada sekat antara TNI dan rakyat, yang ada hanyalah kebersamaan yang tumbuh selama proses pembangunan. Serda Reno Rizky Himawan menyampaikan dengan tulus, “Kami hanya menjalankan tugas, tapi kebahagiaan bapak dan ibu di rumah ini adalah kebanggaan bagi kami.” Sementara Serda Amir Wahyudi menambahkan, bahwa momen kebersamaan seperti inilah yang menjadi kekuatan utama dalam setiap kegiatan TMMD.

Bagi Bapak Anis dan Ibu Mariti, rumah ini bukan sekadar bangunan baru. Ini adalah tempat mereka menata kembali harapan hidup. Dengan mata berkaca-kaca, mereka mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Kami tidak menyangka rumah kami bisa seperti ini. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membantu kami dengan sepenuh hati,” ucap mereka lirih, menahan haru.

Saat waktu berpamitan tiba, suasana pun berubah menjadi sendu. Jabat tangan yang erat seakan enggan dilepaskan, menyimpan rasa terima kasih dan kebersamaan yang sulit dilupakan. Langkah kaki Satgas TMMD mungkin akan meninggalkan Desa Gelis Dajah, namun jejak pengabdian dan kenangan yang terukir di rumah Bapak Anis dan Ibu Mariti akan tetap hidup—menjadi cerita hangat tentang kemanunggalan TNI dan rakyat.(Et)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *