Semangat Rereongan Warga RW 04 Cimari Ciamis, Sukses Sembelih 6 Hewan Kurban

CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID — Geliat perayaan Hari Raya Iduladha 1447 H di Desa Cimari, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berlangsung sangat meriah dan penuh khidmat. Tahun ini, kesadaran berkurban masyarakat setempat mengalami peningkatan signifikan dengan total hewan kurban mencapai 30 ekor sapi yang tersebar merata di seluruh wilayah dusun.

Salah satu titik pelaksanaan kurban yang menarik perhatian berada di wilayah Dusun Desa Kulon, khususnya di lingkungan RW 04. Kebersamaan warga di lingkungan ini berhasil mengumpulkan belasan hewan kurban untuk disalurkan kepada masyarakat prasejahtera.

Sinergi Tradisi Naratas dan Sistem Rereongan Warga RW 04

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, panitia kurban RW 04 Dusun Desa Kulon berhasil menyembelih total 5 ekor sapi dan 1 ekor domba. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari dua sistem pengadaan kurban tradisi lokal yang berjalan beriringan di tengah masyarakat.

Ketua Panitia Kurban RW 04, Drs. Amo, menjelaskan secara rinci bahwa dari total hewan kurban tersebut, sebanyak 2 ekor sapi bersumber dari program Naratas. Sementara itu, 3 ekor sapi dan 1 ekor domba lainnya murni hasil dari sistem gotong royong atau rereongan warga RW 04 Dusun Desa Kulon.

“Alhamdulillah, berkat kekompakan warga, tahun ini di RW 04 Dusun Desa Kulon bisa menyembelih 5 ekor sapi dan 1 ekor domba. Teknis pengumpulannya dikombinasikan antara 2 ekor sapi program Naratas serta 3 ekor sapi dan 1 ekor domba hasil rereongan (patungan) dari warga kami sendiri,” ujar Drs. Amo saat memberikan keterangan langsung di lokasi penyembelihan, Rabu (27/5/2026).

Bacaan Lainnya

Total 30 Ekor Sapi Tersebar di Seluruh Dusun se-Desa Cimari

Pemandangan penuh berkah ini tidak hanya terjadi di Dusun Desa Kulon. Drs. Amo menambahkan, secara keseluruhan di tingkat Pemerintah Desa Cimari, jumlah hewan kurban yang disembelih pada Iduladha tahun 2026 ini menyentuh angka 30 ekor sapi.

Seluruh hewan kurban tersebut disebar dan dikelola langsung oleh panitia di masing-masing dusun agar proses hulu-hilir distribusi daging bisa berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan merata menyentuh rumah-rumah warga yang membutuhkan.

Pihak panitia desa memastikan seluruh hewan kurban telah melalui pengecekan kesehatan ketat dari dinas terkait, sehingga daging yang didistribusikan ke masyarakat dijamin aman, sehat, dan layak konsumsi.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *