Pasukan Khusus TNI AU dan AS Unjuk Gigi, Latma DAGR 2026 di Bandung Resmi Berakhir

BANDUNG, MATA-PERISTIWA.ID – Latihan Bersama (Latma) Direct Action Ground Reconnaissance (DAGR) 2026 resmi berakhir. Agenda taktis ini melibatkan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara dan United States Air Force Special Operations Command (US AFSOC).

Penutupan latihan militer di bawah supervisi Staf Operasi Angkatan Udara (Sopsau) ini berlangsung di Balegede, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Selanjutnya, upacara penutupan resmi dilaksanakan pada Minggu (07/06/2026).

Sepanjang latihan, para personel pasukan khusus dari kedua negara diuji dengan berbagai skenario operasi tingkat tinggi. Tantangan ini membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat. Selain itu, latihan bersama ini dirancang khusus sebagai sarana efektif dalam meningkatkan interoperabilitas militer.

Skenario Tempur Modern dan Operasi Khusus

Di bawah simulasi medan yang menantang, para peserta berhasil menyelesaikan serangkaian materi latihan krusial. Seluruh menu latihan menuntut kecepatan, ketepatan, dan koordinasi tingkat tinggi. Kemudian, materi latihan komprehensif tersebut meliputi beberapa poin penting berikut:

  • Perencanaan Misi: Merancang strategi operasi khusus secara matang.
  • Penentuan Target Serangan Udara: Sinkronisasi taktis dalam memandu serangan udara ke posisi musuh.
  • Evakuasi Medis Tempur: Penyelamatan dan evakuasi personel cedera di tengah pertempuran aktif.
  • Prosedur Operasi Khusus: Pemantapan pergerakan darat dan pengintaian taktis.

Apresiasi Atas Dedikasi dan Profesionalisme Prajurit

Komandan Detasemen Matra 1 Pasgat, Letkol Pas Fajrun Shodiq, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel. Beliau memuji kinerja Korpasgat TNI AU dan US AFSOC yang menunjukkan profesionalisme tertinggi.

“DAGR 2026 berhasil meningkatkan kemampuan teknis prajurit di lapangan. Oleh karena itu, agenda ini menjadi fondasi penting dalam mempererat hubungan persahabatan kedua negara,” ujar Letkol Pas Fajrun Shodiq.

Bacaan Lainnya

Kemitraan Strategis Demi Stabilitas Global

Penutupan agenda DAGR 2026 menjadi simbol keberhasilan kolaborasi militer yang solid antara Indonesia dan Amerika Serikat. Hubungan bilateral ini dinilai membangun kemitraan strategis yang semakin kuat.

Namun, komitmen tersebut tidak berhenti sampai di sini saja. Korpasgat TNI AU dan US AFSOC menegaskan kembali janji bersama untuk terus mendongkrak kesiapan operasional. Oleh sebab itu, kedua pasukan elite siap berkontribusi aktif dalam menjaga stabilitas keamanan di tingkat global. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *