GARUT, MATA-PERISTIWA.ID – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan kunjungan kerja ke Kelompok Tani Mekar Mukti di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Senin (15/6/2026). Agenda ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jabar menggelar dialog lesehan langsung bersama para petani setempat. Langkah ini diambil untuk meninjau secara berkala perkembangan serta tata kelola budidaya jagung komoditas unggulan daerah.
Pihak pengelola menjelaskan secara mendetail runtutan proses produksi pangan di lapangan. Mulai dari sistem penyemaian benih, perawatan tanaman berkala, hingga metode pemetikan hasil panen yang terencana demi menjaga mutu produk.
Klasifikasi Mutu Panen untuk Pasokan Bulog dan Pakan Ternak
Kelompok Tani Mekar Mukti binaan Polres Garut ini menerapkan sistem klasterisasi kualitas hasil bumi yang ketat. Langkah pemilahan tersebut bertujuan untuk memaksimalkan nilai jual komoditas di pasar grosir.
Sistem distribusi hasil panen dibagi menjadi dua kategori utama:
- Komoditas Kelas Utama: Jagung dengan kadar air rendah, tingkat kematangan optimal, serta bebas kerusakan fisik dipasok untuk memenuhi spesifikasi penerimaan Bulog.
- Komoditas Sampingan: Hasil panen yang tidak lolos standar industri tetap dialokasikan secara produktif sebagai bahan baku pakan ternak lokal agar tidak terbuang sia-sia.
“Kami mengapresiasi inovasi tata kelola hasil panen ini. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga menjaga ketersediaan pangan sekaligus memperkuat sektor peternakan,” ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan di lokasi.
Kolaborasi Strategis Wujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan
Kapolda Jabar menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan membutuhkan kerja sama yang erat lintas sektoral. Kehadiran jajaran kepolisian di tengah persawahan bertujuan memberikan jaminan keamanan sekaligus motivasi bagi para petani.
Sinergi yang harmonis antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Jawa Barat. Hasil pertanian yang dikelola secara profesional diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi pemulihan daya beli masyarakat. ***








