GRESIK, MATA-PERISTIWA.ID – Ribuan warga Dusun Sidoraharjo RT 02/RW 02 Desa Sidoraharjo dan masyarakat luas memadati area Balai Dusun , Desa Sidoraharjo Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik, Rabu (8/7/2026).
Kedatangan mereka untuk mengikuti Pengajian Umum dalam rangka Sedekah Bumi yang menghadirkan Dai kondang yakni KH Anwar Zahid.
Suasana religius semakin terasa dengan penampilan Hadrah Sholawat 9 Hari yang mengiringi jalannya kegiatan. Lantunan sholawat menggema di lokasi acara dan menambah kekhidmatan malam penuh syukur tersebut.
Ketua Panitia Sedekah Bumi, H.Syafii mengatakan “Kegiatan ini merupakan agenda tahunan masyarakat sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, dan hasil bumi yang diberikan kepada warga.
Tradisi Sedekah Bumi yang dipusatkan di sepanjang Jalan Raya Sidoraharjo No. 326 itu juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga kerukunan antarmasyarakat.
Kepala Dusun Sidoraharjo, Eni Yati, S.Pd., menegaskan ” Bahwa Sedekah Bumi merupakan tradisi turun-temurun yang harus terus dijaga sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal yang dipadukan dengan nilai-nilai keagamaan.
“Melalui Sedekah Bumi ini, kami berharap seluruh warga senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, keamanan, serta semakin kompak dalam membangun lingkungan Dusun Sidoraharjo,” ujarnya.Pukul 12.52 wib.

Demikian juga kehadiran KH Anwar Zahid disambut antusias oleh ribuan jamaah yang datang dari berbagai wilayah. Dalam tausiyahnya, KH Anwar Zahid menyampaikan pesan-pesan keagamaan dengan gaya khas yang komunikatif, ringan, dan diselingi humor, sehingga mampu menghidupkan suasana sekaligus memberikan pencerahan kepada para jamaah.
Ia mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menjaga persatuan, memperkuat akhlak mulia, serta merawat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh khidmat hingga selesai. Warga berharap tradisi Sedekah Bumi tetap dilestarikan sebagai warisan budaya yang tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga memperkokoh nilai-nilai religius di tengah
masyarakat Kabupaten Gresik.(Et)





