CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengeluhkan lonjakan harga jual minyak goreng subsidi program pemerintah, MinyaKita. Di pasaran lokal, harga minyak goreng kemasan tersebut ditemukan melonjak drastis hingga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sesuai regulasi pemerintah, HET untuk MinyaKita dipatok sebesar Rp15.700 per liter (1.000 ml). Namun, berdasarkan temuan warga di lapangan, harganya kini menyentuh angka Rp20.000 per botol.
“Saya kemarin beli MinyaKita di Pasar Manis Ciamis harganya sudah Rp20.000 untuk kemasan isi 1.000 ml,” ungkap Yani (42), salah seorang ibu rumah tangga di Ciamis, Senin (10/8/2026).
Selisih Harga Tambah Beban Dapur Warga
Yani menyayangkan tingginya harga MinyaKita di tingkat pedagang pasar tradisional. Menurutnya, MinyaKita merupakan produk subsidi yang dialokasikan pemerintah untuk membantu masyarakat kecil mendapatkan minyak goreng terjangkau.
“Kenapa di pasaran harganya bisa sangat mahal dan tidak sesuai HET? Bagi kami rakyat kecil, selisih harga Rp4.300 hingga Rp4.700 itu sangat berpengaruh terhadap anggaran kebutuhan dapur sehari-hari,” tambahnya.
Tingginya harga MinyaKita di Ciamis tentu kian menambah beban pengeluaran harian warga. Masyarakat berharap pihak dinas terkait dan satgas pangan setempat segera turun tangan melakukan pengawasan serta menindak pedagang atau distributor yang menjual minyak subsidi melebihi aturan HET. (HD)





