CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Di tengah penurunan pendapatan daerah sebesar Rp130 miliar atau sekitar 5,61 persen akibat berkurangnya dana transfer, Pemerintah Kabupaten Ciamis menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan kepentingan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, saat menyampaikan Jawaban Bupati atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Kabupaten Ciamis terkait Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Ciamis, Jumat (4/9/2026).
Bupati Herdiat menegaskan, efisiensi akibat keterbatasan ruang fiskal tidak boleh dimaknai sekadar sebagai pemangkasan alokasi anggaran, melainkan sebagai langkah korektif agar penggunaan APBD lebih tepat sasaran.
“Efisiensi anggaran tidak boleh dimaknai hanya sebagai pemangkasan angka semata. Lebih dari itu, efisiensi adalah instrumen untuk memastikan setiap alokasi anggaran dari APBD benar-benar menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tegas Herdiat.
Sektor Prioritas Layanan Dasar Tetap Dajaga
Guna menjaga kualitas hidup masyarakat, Pemkab Ciamis memastikan alokasi belanja publik untuk kebutuhan dasar tidak mengalami pemotongan yang merugikan warga. Sektor-sektor vital yang tetap menjadi fokus penanganan meliputi:
-
Pendidikan & Kesehatan: Evaluasi kinerja Puskesmas agar layanan kesehatan makin responsif dan mudah diakses.
-
Perlindungan Sosial & Kemiskinan: Penanganan stunting, bantuan sosial, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
-
Ekonomi Kerakyatan & Pertanian: Pelatihan kerja, penguatan UMKM, perluasan lapangan kerja, dan dukungan bagi petani lokal.
Pengawasan Pengadaan dan Transparansi Anggaran
Menghadapi keterbatasan anggaran, Bupati Herdiat menginstruksikan seluruh Perangkat Daerah untuk memperkuat pengawasan internal serta transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa.
“Kondisi fiskal yang terbatas menjadi momentum untuk membangun tata kelola anggaran yang efisien, tepat sasaran, dan berorientasi pada hasil. Setiap rupiah APBD harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat Ciamis,” pungkasnya.
(HD)




