Rumah Pengamen di Pamarican Ciamis Miring dan Terancam Ambruk Usai Gempa Cilacap, Bantuan Rutilahu Tak Kunjung Cair

CIAMIS, MATA-PERISTIWA.ID – Kondisi memprihatinkan dialami Samingan (59), warga Dusun Kotaharja RT 14/03, Desa Sukamukti, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dinding bilik bambu yang berlubang besar, struktur bangunan yang miring, serta ancaman ambruk sewaktu-waktu kini membayangi tempat tinggalnya.

Kerusakan rumah yang kian parah ini dipicu oleh dampak guncangan gempa bumi Cilacap yang terjadi belum lama ini. Demi mencegah atap rumahnya roboh, Samingan terpaksa memasang belasan tiang penyangga dari bambu dan kayu di bagian luar hingga dalam bangunan.

Saat ditemui di kediamannya pada Jumat (4/9/2026), pria yang sehari-hari mengadu nasib sebagai pengamen ini mengaku hanya bisa pasrah akibat keterbatasan ekonomi.

“Saya tidak mampu beli material, jadi hanya bisa pasrah. Supaya rumah tidak ambruk, saya sengaja bikin penyangga dari kayu dan bambu,” tutur Samingan.

Ia mengungkapkan bahwa petugas pemerintah desa telah beberapa kali datang meninjau dan mendata kondisi rumahnya. Namun, bantuan renovasi yang diharapkan tak kunjung terealisasi.

“Kalau disurvei sih sudah beberapa kali, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” tambah Samingan.

Penghasilan Mengamen Tak Cukup, Pemerintah Desa Harapkan Bantuan Darurat

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dusun Kotaharja, Hendrayana, membenarkan kondisi warganya tersebut. Ia menyebut perekonomian Samingan sangat rentan sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan perbaikan rumah secara mandiri.

“Pekerjaannya mengamen dan penghasilannya tidak seberapa, jadi jelas tidak mampu merenovasi rumah,” ungkap Hendrayana.

Bacaan Lainnya

Hendrayana menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Sukamukti sebenarnya telah berulang kali mengajukan permohonan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) untuk Samingan, namun hingga kini belum mendapat kepastian dari instansi terkait.

“Setahu saya pihak desa sudah sering mengajukan permohonan, tapi entah apa kendalanya sampai sekarang belum terealisasi,” jelasnya.

Pihak pemerintah dusun berharap dampak gempa bumi yang memperparah kerusakan tempat tinggal Samingan dapat menjadi perhatian serius dinas terkait untuk segera menurunkan bantuan perbaikan darurat.

(HD)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *